TANJUNG SELOR – Isu mengenai ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut-sebut hanya tersisa sekitar 21 hari sempat menimbulkan keresahan di masyarakat.

Informasi yang beredar luas di media sosial tersebut membuat sebagian warga khawatir akan terjadi kelangkaan BBM dalam waktu dekat.

Di beberapa daerah bahkan dilaporkan terjadi aksi pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.

Salah satunya terjadi di Kota Padang, di mana sejumlah warga mendatangi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk membeli BBM dalam jumlah banyak karena takut kehabisan stok.

Namun kondisi tersebut belum terlihat di Kabupaten Bulungan. Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas pembelian BBM di sejumlah SPBU masih berjalan normal dan belum ada tanda-tanda masyarakat melakukan penimbunan bahan bakar.

Meski begitu, sebagian warga mengaku sempat merasa khawatir setelah mendengar kabar tersebut.

Salah seorang warga Bulungan, Roni, mengaku sempat merasa cemas ketika mendengar informasi bahwa stok BBM nasional hanya tersisa sekitar 21 hari.

Menurutnya, apabila benar terjadi kekurangan BBM, hal itu tentu akan berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

“Jujur saja saya sempat takut ketika mendengar kabar itu. Kalau stok BBM benar hanya 21 hari, tentu akan berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat. Bahkan bisa berdampak pada roda perekonomian di Bulungan,” ujarnya, malam Sabtu (7/3).

Meski demikian, setelah mendengar penjelasan bahwa stok BBM nasional masih aman, Roni mengaku lebih tenang dan berharap pemerintah serta pihak terkait dapat memastikan ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat.

Ia juga berharap distribusi BBM tetap berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan khsususnya bagi Kabupaten Bulungan.

Menanggapi isu yang beredar tersebut, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menegaskan bahwa pasokan BBM nasional saat ini dalam kondisi aman dan terkendali.

Ia menjelaskan bahwa stok BBM yang berada pada kisaran sekitar 21 hari merupakan stok operasional yang memang dikelola secara normal dalam sistem logistik energi nasional.

Stok tersebut disiapkan untuk menjamin kelancaran distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, stok operasional tersebut adalah BBM yang sudah berada dalam fasilitas penyimpanan nasional dan siap disalurkan kepada masyarakat.

Jumlah stok itu juga bersifat dinamis karena terus diperbarui sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat.

“Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional. Stok ini terus dilakukan penambahan atau top-up melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya,” jelas Roberth.

Ia menegaskan bahwa proses pengisian kembali stok BBM dilakukan secara rutin dan berkala sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar di dalam negeri.

Roberth juga menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga memiliki sistem pengelolaan rantai pasok energi yang terintegrasi. Sistem tersebut mencakup proses pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai daerah di Indonesia.

Dengan sistem yang terintegrasi tersebut, ketersediaan energi diharapkan tetap terjaga dan dapat diakses secara merata oleh masyarakat di seluruh wilayah.

Selain itu, pihaknya juga terus memantau perkembangan situasi geopolitik global, termasuk konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi mempengaruhi pasokan energi dunia.

Untuk mengantisipasi dampak dari dinamika global tersebut, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna menjaga ketahanan energi nasional.

Langkah-langkah tersebut antara lain melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan sistem logistik dan distribusi energi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan.

“Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan situasi global dan menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar pasokan energi nasional tetap terjaga,” tambahnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan Edi Mangun juga memastikan bahwa stok BBM di wilayah Kalimantan berada dalam kondisi aman.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Menurutnya, pembelian dalam jumlah yang tidak wajar justru berpotensi mengganggu distribusi BBM yang selama ini berjalan normal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pembelian yang berlebihan dapat mengganggu kelancaran distribusi yang selama ini berjalan normal,” jelasnya.

Edi menambahkan bahwa dengan penggunaan BBM yang bijak, distribusi energi dapat terus berjalan lancar sehingga seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses bahan bakar.

Pertamina Patra Niaga, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memastikan kebutuhan energi masyarakat, dunia usaha, serta perekonomian nasional tetap terpenuhi dengan baik.

Perusahaan juga akan terus memantau perkembangan situasi global secara cermat serta menyiapkan langkah-langkah strategis guna menjaga keamanan pasokan energi dan keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri yang biasanya diikuti dengan peningkatan konsumsi BBM. (Lia)