​TANJUNG SELOR – Setelah sekian lama tampak tak terurus, objek wisata ikonik Gunung Putih di Kecamatan Tanjung Palas kini mulai menunjukkan tanda-tanda “kehidupan”.

Kawasan yang punya sejarah panjang bagi masyarakat Kabupaten Bulungan ini mulai dibenahi secara bertahap agar kembali cantik dan layak dikunjungi.

​Aksi nyata dimulai pada Jumat (13/2) pagi. Bupati Bulungan, Syarwani, memimpin langsung kegiatan kerja bakti besar-besaran. Menariknya, pembersihan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor—mulai dari jajaran OPD, TNI, Polri, hingga masyarakat sekitar yang bahu-membahu membersihkan area parkir hingga jalur pendakian.

​Bupati Syarwani menegaskan bahwa penataan Gunung Putih adalah salah satu target prioritas di tahun 2026. Menurutnya, aksi gotong royong ini adalah langkah awal untuk membangkitkan kembali semangat pengelolaan wisata daerah.

​”Gunung Putih ini punya sejarah panjang dan merupakan ikon kita. Kita tata pelan-pelan agar kegiatannya bisa hidup kembali,” ujar Syarwani.

​Bupati bahkan menginstruksikan jajaran OPD untuk terus bergerak melakukan pembersihan lanjutan di titik-titik yang belum tuntas, demi memastikan kawasan ini benar-benar bersih dan nyaman.

​Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKPP), Adriani, membocorkan strategi pembenahan kawasan ini. Ada dua tahap utama yang di
​Prioritas Akses Jalan, dimana tahap awal difokuskan pada perbaikan jalan masuk dari depan hingga ke area inti.

Kemudian ​revitalisasi fasilitas: Rencana besar mencakup pembongkaran dan penataan ulang mushola serta fasilitas penunjang lainnya agar lebih modern dan layak.


Lalu ia mengatakan, bahwa ​2026 Pematangan perencanaan besar dan pengkajian anggaran kemudian
​2027 Realisasi pekerjaan fisik secara menyeluruh.

​Sambil menunggu anggaran besar turun, pemerintah daerah melakukan “gerak cepat” melalui penataan ringan. Kolaborasi antara DPRKPP, DLH, dan dinas terkait memastikan dahan pohon yang mengganggu dipangkas dan area publik mulai ditata rapi.

​Dengan semangat gotong royong ini, Gunung Putih diharapkan tidak lagi menjadi “raksasa tidur”, melainkan kembali menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi pariwisata Bulungan. (Lia)