Tanjung Redeb — Polemik rencana pengelolaan wilayah perairan Muara Pantai oleh PT Mitra Samudera Kreasi (MSK) terus menuai perhatian. Setelah sebelumnya penolakan disampaikan oleh Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kabupaten Berau, kini tanggapan juga datang dari tokoh masyarakat sekaligus pengusaha Kalimantan Timur, H. Abidinsyah.
Abidinsyah menegaskan bahwa sejak awal proses konsesi, banyak pihak di Berau yang telah membantu dan mendukung PT MSK hingga prosesnya berjalan hampir rampung.
Menurutnya, dukungan dari pelaku usaha lokal bahkan mencapai hampir seluruh tahapan administrasi hingga konsesi ditandatangani.
“Saya mengikuti dan mendukung penuh sejak awal konsesi ini. Dari nol sampai sekitar 90 persen prosesnya, kita di Berau ikut membantu,” ujarnya, Senin (16/3).
Ia berharap perusahaan tetap memegang komitmen terhadap pelaku usaha lokal yang telah membantu sejak tahap awal tersebut.
Menurut Abidinsyah, apabila pada tahap akhir perusahaan memiliki rekanan baru, seharusnya pihak tersebut diperkenalkan dan dikomunikasikan dengan para mitra lama di daerah.
“Kalaupun ada sisa sekitar 10 persen yang dikerjakan oleh rekanan baru, seharusnya mereka diperkenalkan dengan rekanan lama. Jangan sampai berjalan sendiri seperti ini, karena bisa menimbulkan kekacauan di lapangan, khususnya di Kabupaten Berau,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa ketika PT MSK pertama kali masuk ke Berau, komunikasi dengan para pelaku usaha dan tokoh daerah berjalan baik.
Namun belakangan, menurutnya, muncul kesan bahwa perusahaan berjalan sendiri dengan membawa pihak-pihak baru dari luar daerah tanpa komunikasi yang memadai.
“Dulu di awal masuk Berau bagus. Kita bantu. Tapi sekarang terkesan seenaknya keluar masuk Berau dan membawa orang baru tanpa komunikasi dengan yang lama,” katanya.
Abidinsyah menilai konsistensi perusahaan sangat penting untuk menjaga kepercayaan dan kondusivitas daerah.
Ia juga mengingatkan agar perusahaan menghindari cara-cara yang berpotensi memicu konflik di lapangan.
“Jangan pakai cara-cara yang bisa membuat situasi jadi rusuh. Karena kalau sampai terjadi konflik, yang repot justru kami yang ada di Berau, bukan kalian yang berada di luar daerah,” ujarnya.
Sebagai tokoh masyarakat, Abidinsyah menegaskan dirinya mengetahui perjalanan awal proyek tersebut, bahkan pernah bertemu langsung dengan jajaran pimpinan perusahaan.
Karena itu, ia berharap komunikasi dan komitmen awal yang pernah dibangun dapat dijaga.
“Kalau mau bekerja di Berau, harus lebih santun. Kalau kalian santun, sudah pasti masyarakat Berau juga menyambut dengan santun,” katanya.
Sebelumnya, Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia Kabupaten Berau menyatakan penolakan terhadap sosialisasi pengusahaan wilayah perairan Muara Pantai oleh PT Mitra Samudera Kreasi.
APBMI menilai perusahaan belum menunjukkan komitmen terhadap pelaku usaha lokal yang sejak awal membantu proses administrasi konsesi di wilayah tersebut.(*)

