BERAU, it-news.id — Harga minyak goreng di sejumlah pasar di Kabupaten Berau mulai menunjukkan kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dirasakan langsung oleh pedagang maupun pembeli di lapangan.

Pantauan di Pasar Jalan Manunggal, Rabu (8/4/2026), harga minyak goreng bervariasi tergantung merek, dengan kisaran mulai dari Rp20 ribu hingga Rp24 ribu per liter.

Salah satu pedagang, Elfiani (34), mengaku belum melakukan penambahan stok karena harga yang masih fluktuatif.

“Informasinya memang naik, tapi saya belum pesan lagi. Kalau kemarin harganya masih ada yang Rp20 ribu sampai Rp23 ribu, tergantung merek,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang lainnya, Marni (39), menyebut sudah terjadi kenaikan harga pada beberapa produk minyak goreng yang dijualnya.

“Iya naik, kalau minyak tawon sebelumnya Rp23 ribu, sekarang saya jual Rp25 ribu. Gitu juga yang merek sabrina perliter Rp23 ribu jadi Rp 24 ribu, naik seribu,” katanya.

Kenaikan harga ini mulai berdampak pada aktivitas jual beli di pasar, meski belum terlalu signifikan. Pedagang masih mencoba menyesuaikan harga agar tidak memberatkan pembeli.

Di sisi lain, mengutip RRI.co.id, Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak goreng curah dipengaruhi oleh lonjakan harga crude palm oil (CPO) di pasar global.

“Kenaikan harga CPO belakangan ini lebih dipicu oleh perang yang telah mendongkrak harga sejumlah komoditas, termasuk minyak dunia dan produk mineral lainnya,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika global turut berdampak langsung pada harga kebutuhan pokok di tingkat daerah, termasuk minyak goreng yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat.

Pedagang berharap harga dapat kembali stabil agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan aktivitas pasar tidak terganggu. (atrf)