TANJUNG REDEB – Insiden Kapal Motor bermuatan 650 ton pupuk bersubsidi yang tenggelam di perairan Sungai Segah, menimbulkan kekhawatiran bagi para petani. Namun, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, menegaskan jika hal itu tidak berdampak pada stok subsidi di Berau.
“Terkait musibah kapal kemarin, tidak berpengaruh signifikan pada kebutuhan pupuk subsidi pada petani, karena stok di gudang distributor masih aman,” ujar Kepala DTPHP Berau, Junaidi melalui Pejabat Fungsional Pengendali OPT, Bambang Sujatmiko dihubungi Kamis (28/8/2025).
Dijelaskannya, untuk per hari ini stok pupuk subsidi yang ada masih aman. Masih ada pupuk Urea sebanyak 345,75 ton, NPK sebanyak 401,7 ton. NPK formula khusus Kakao sebanyak 135 ton.
“Itu masih bisa bertambah karena masih ada satu kapal yang sudah sandar di pelabuhan, tetapi belum bongkar di gudang,” tambahnya.
Diketahui, KM Cahaya Fitrah tenggelam di perairan Sungai Segah, tepatnya di sekitar Kampung Tanjung Perangat, Kecamatan Sambaliung, pada Senin (25/8/2025). Peristiwa itu berawal ketika kapal itu bertolak ke Bontang pada Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 02.00 WITA dengan tujuan Berau.
Setibanya di alur perairan Sungai Berau pada Senin sekitar pukul 10.00 WITA, kapal mulai memasuki wilayah perairan Segah. Saat melintas di sekitar Kampung Tanjung Perangat pada pukul 10.30 WITA, nahkoda kapal berusaha membelokkan haluan ke kanan untuk menghindari sebuah tug boat yang datang dari arah depan.
Namun, manuver tersebut membuat kapal mengalami kandas. Akibatnya, lambung kapal mengalami kebocoran. Sekira pukul 20.00 WITA, kapal akhirnya tenggelam di perairan Sungai Segah. (mel)