TANJUNG SELOR – Kurangnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jembatan yang menghubungkan Tanjung Selor dan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, mulai dikeluhkan warga. Jembatan yang menjadi akses utama kendaraan besar maupun kecil melintas baik itu kekota maupun menuju ke KTT dan Malinau ini terpantau hanya memiliki dua lampu yang menyala, sehingga kondisi jalan sangat gelap di malam hari.
Minimnya cahaya ini menimbulkan rasa takut bagi pengendara. Fitri, seorang warga Tanjung Palas, mengaku was-was setiap kali harus melintasi jembatan tersebut saat malam hari.
“Kalau siang memang aman, tapi kalau malam gelap sekali. Kalau jalan sendirian rasanya bahaya. Kami berharap semua lampu segera dinyalakan supaya aman melintas,” ungkap Fitri, Senin (16/2).
Kondisi serupa ternyata tidak hanya terjadi di jembatan besar tersebut. Warga di Desa Salimbatu sebelumnya juga mengeluhkan hal yang sama; meski jalanan sudah mulus diaspal, namun belum dibarengi dengan pemasangan lampu jalan yang memadai.
Menanggapi keluhan ini, Plt Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bulungan, Adriani, menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk mencari solusi cepat.
Salah satu opsi yang muncul adalah memindahkan tiang dan lampu dari lokasi lain. “ Ya Opsi pemindahan, rencananya, lampu dari Jembatan Meranti akan dicabut dan dipindahkan ke Jembatan Tanjung Selor-Tanjung Palas,” ucap nya Adriani pekan lalu.
Ia juga menambahkan bahwa tidak ada penambahan PJU hanya saja fokus Pemeliharaan di tahun 2026. “DPRKP tidak memiliki anggaran penambahan PJU baru dan hanya fokus pada pemeliharaan lampu yang sudah ada,” tambahnya.
Lebih lanjut pria yang menjabat sebagai Kadis PUPR Bulungan itu mengakui, bahwa pihaknya akan melakukan pemasangan meteran yang listrik di titik PJU khususnya yang berada di Jembatan agar pemakaian daya dan biayanya lebih terukur.
Sebagai informasi, bahwa untuk jalur Tanjung Palas menuju Salimbatu, pemerintah sedang berkolaborasi dengan pihak PLN terkait kecukupan tegangan listrik.
“Memang tahun 2026 belum ada pemasangan di semua jalan, namun fokus kita untuk PJU dari arah jembatan menuju jembatan tengah yang terpasang sekitar 33 titik lampu, dan untuk selanjutnya diperubahan 2026 atau murni tahun 2027 Inshallah kalau ada anggaran pemasangan semua PJU di jalan poros Salimbatu,” pungkas Adriani. (Lia)

