Berau – Penanganan kasus narkotika yang menyeret NTS (26), yang diketahui merupakan anak dari salah satu anggota DPRD Berau, terus bergulir. Polisi memastikan perkara ini tetap diproses tanpa ada pengecualian, meski latar belakang keluarga tersangka menjadi sorotan publik.
Kasatresnarkoba Polres Berau, AKP Agus Priyanto, mengatakan hingga saat ini NTS masih ditahan di Mapolres Berau. Ia menegaskan, tidak ada opsi penangguhan dalam kasus tersebut.
“Masih ditahan di Polres. Untuk kasus narkoba, prosesnya tetap jalan, tidak ada penangguhan,” ujarnya saat ditemui, Rabu (18/03/2026).
Menurut Agus, saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara. Salah satu yang ditunggu adalah hasil uji laboratorium dari Surabaya untuk memastikan barang bukti secara ilmiah.
“Sekarang kami tunggu hasil lab dulu. Kalau itu sudah keluar, langsung kami lengkapi berkasnya dan kirim ke kejaksaan,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengarah pada dugaan bahwa NTS bukan sekadar pengguna. Statusnya saat ini disangkakan sebagai pengedar, berdasarkan alat bukti yang sudah dikumpulkan.
“Dari bukti yang ada, arahnya ke pengedar. Memang biasanya pengedar juga pengguna, tapi penanganannya beda. Kalau pengguna bisa rehabilitasi, kalau pengedar ya diproses hukum,” jelasnya.
Di tengah ramainya pembicaraan di masyarakat, muncul anggapan bahwa tersangka mendapat perlakuan khusus karena berasal dari keluarga pejabat. Menanggapi hal itu, Agus menegaskan tidak ada perlakuan istimewa dalam proses hukum.
“Tidak ada perlakuan khusus dalam arti dibebaskan atau diringankan. Semua sama di mata hukum,” tegasnya.
Ia hanya menyebut bahwa sistem penahanan tetap mengikuti prosedur yang berlaku, seperti pengawasan ketat dan aturan selama berada di dalam tahanan.
“Di dalam ya tetap sesuai aturan, ada jadwal makan, penjagaan, dan tidak bebas keluar. Itu standar saja,” tambahnya.
Agus memastikan, pihaknya akan menangani kasus ini secara profesional tanpa intervensi dari pihak manapun.
“Siapapun orangnya, kalau terlibat narkoba pasti kami proses. Tidak ada pengecualian,” pungkasnya.
Kasus ini sendiri masih terus berjalan dan menjadi perhatian publik di Berau, mengingat keterkaitan tersangka dengan salah satu pejabat daerah.(*)

