BERAU – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau mencatat sebanyak 42 kasus suspek campak sepanjang periode Januari hingga pertengahan Maret 2026. Temuan ini menjadi perhatian, meskipun hingga kini hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang telah dikirim ke masih belum diterima.

Penanggung Jawab Program Imunisasi Dinas Kesehatan Berau, Adi, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan status diagnosis dari seluruh kasus suspek tersebut.

“Untuk saat ini, hasil sampel yang sudah dikirimkan memang belum keluar,” ujarnya, Senin (30/03/2026).

Meski demikian, Adi memastikan bahwa seluruh pasien yang sebelumnya masuk dalam kategori suspek campak telah dinyatakan sembuh. Ia menilai, respons cepat dari tenaga kesehatan menjadi faktor penting dalam penanganan kasus tersebut.

“Alhamdulillah sudah sembuh semua. Kasusnya cepat ditemukan, segera dilaporkan, dan langsung ditangani oleh tenaga kesehatan terdekat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dinas Kesehatan Berau juga terus melakukan pembaruan data, termasuk jumlah sampel yang telah dan akan dikirim ke laboratorium. Saat ini, sebagian data masih dalam proses pengumpulan dan rekapitulasi, mengingat masih terdapat sampel baru yang sedang dalam tahap pengiriman.

“Untuk jumlah sampel terbaru masih kami tarik datanya, karena ada juga sampel baru yang sedang dikirim,” tambahnya.

Dinkes Berau mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penularan campak, terutama pada anak-anak. Masyarakat juga diharapkan memastikan kelengkapan imunisasi sebagai langkah pencegahan utama, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak.

Dengan upaya deteksi dini dan penanganan cepat, diharapkan penyebaran kasus dapat terus ditekan dan tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB) di wilayah Kabupaten Berau. (fp*)