TANJUNG SELOR– Suasana hangat dan penuh makna adat menyambut kedatangan Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) yang baru, Brigjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, bersama sang istri, Ibu Sari Djati, saat tiba di Tanjung Selor, Selasa sore (26/08/2025).

Setelah resmi menjabat dalam upacara serah terima jabatan (Sertijab) di Mabes Polri sehari sebelumnya, Brigjen Djati menginjakkan kaki di ibukota Kaltara dengan prosesi penyambutan khas daerah: tepung tawar, pengalungan bunga, hingga tarian adat. Sebuah penghormatan istimewa untuk pemimpin baru di Bumi Benuanta.

 

Kedatangan jenderal bintang satu itu disambut langsung oleh Gubernur Kaltara Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, Kasrem 092/Maharajalila Kolonel Infanteri Darwis Effendi, Wakapolda Brigjen Pol. Soeseno Noerhandoko, serta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltara di ruang VIP Pelabuhan Speed Kayan I.

 

Para pejabat utama Polda Kaltara dan Kapolresta Bulungan juga hadir untuk menyambut pimpinan baru mereka. Kehadiran istri Kapolda, yang juga menjabat Ketua Bhayangkari Daerah Kaltara, turut menambah makna dalam penyambutan ini.

 

Prosesi adat tepung tawar bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penerimaan dan doa keselamatan bagi tamu yang datang. Disertai pengalungan bunga dan pemberian buket, penyambutan ini menandai awal kebersamaan dan kolaborasi Kapolda dengan masyarakat dan pemerintah Kaltara.

 

Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol. Budi Rachmat, menyampaikan bahwa acara penjemputan berjalan lancar dan penuh kehangatan. “Sore tadi Bapak Kapolda dan Ibu telah tiba di Tanjung Selor. Penjemputan dilakukan langsung oleh Forkopimda Kaltara. Prosesnya berjalan aman dan lancar,” ungkapnya.

 

Setelah beristirahat sejenak dan menghadiri acara ramah tamah, rombongan Kapolda Kaltara melanjutkan perjalanan keluar dari pelabuhan VIP dengan pengawalan resmi.

 

Kehadiran Brigjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy membuka babak baru kepemimpinan Polda Kaltara. Dengan penyambutan yang sarat budaya dan simbol persatuan, diharapkan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat semakin solid demi menjaga keamanan dan ketertiban di provinsi paling utara Kalimantan ini. (Lia)