TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara kembali menunjukkan pesonanya. Dari keindahan bawah laut hingga gua alam yang eksotis, provinsi termuda di Indonesia ini menyimpan potensi wisata besar yang selama ini belum tergarap maksimal. Salah satunya adalah kawasan Karang Malangkit di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, dan gua alam di Tanjung Palas Utara.
Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang yang baru- baru ini meninjau salah satu lokasi yakni karang Malangkit dengan menyelam di kedalaman 2 hingga 15 meter.
Hanya sekitar 25 menit perjalanan laut dari Desa Mangkupadi, kawasan ini menyuguhkan terumbu karang yang masih indah serta habitat ikan yang beragam.
“Potensi wisata bahari kita sebenarnya sangat besar dan layak dijual ke luar daerah. Karena itu saya perintahkan Kepala Dinas Pariwisata segera menyusun rencana kegiatan agar pengembangannya terarah,” tegas Zainal, Senin 5 Desember.

Tak hanya Karang Malangkit, Gubernur juga menyoroti gua alam yang dapat memikat wisatawan dan dinilai memiliki daya tarik tinggi. Namun, ia menyayangkan minimnya fasilitas pendukung, khususnya akses dan lahan parkir.
“Gua alam itu sangat bagus, tapi tidak ada parkiran untuk pengunjung. Saya sudah koordinasi dengan camat agar akses masuk dan lahan parkir segera disiapkan. Kalau kita menjual destinasi wisata tapi aksesnya tidak ada, itu justru jadi bahan tertawaan,” ujarnya lugas.
Zainal menekankan bahwa pembangunan pariwisata tidak bisa dilepaskan dari perbaikan infrastruktur dasar. Menurutnya, keindahan alam saja tidak cukup tanpa akses yang aman dan nyaman bagi wisatawan.
Selain pengembangan, aspek pelestarian lingkungan juga menjadi perhatian serius.
Gubernur mengakui masih ditemukan kerusakan terumbu karang akibat praktik pengeboman ikan yang terjadi puluhan tahun lalu. “Beberapa lokasi memang sudah lama rusak karena bom ikan. Tapi kita tidak tinggal diam. Pengawasan akan diperketat dan kita akan lakukan transplantasi terumbu karang,” jelasnya.
Ia mengaku takjub dengan kondisi bawah laut Karang Malangkit yang masih terjaga di sejumlah titik. Bahkan, saat penyelaman, ia bertahan hingga kehabisan oksigen karena terpukau oleh keindahan karang dan ikan-ikan yang berwarna-warni.
“Kita patut bersyukur Kaltara memiliki kekayaan laut seperti ini. Tapi ingat, keindahan ini harus dijaga, bukan hanya untuk pariwisata, tapi juga untuk generasi mendatang,” pungkasnya.
Dengan komitmen pemerintah daerah dan pengelolaan yang serius, Karang Malangkit dan gua alam di Kalimantan Utara berpeluang besar menjadi destinasi wisata unggulan, sekaligus contoh pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. (Lia)

