BERAU – Aksi bersih-bersih pantai yang melibatkan masyarakat, relawan, serta jajaran pemerintah daerah tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi mulai tumbuh sebagai budaya peduli lingkungan yang selaras dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Berau.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini harus terus ditanamkan sebagai kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, upaya sederhana seperti menyediakan tempat sampah yang memadai, mengurangi plastik sekali pakai, hingga membiasakan pola hidup ramah lingkungan dari rumah, dapat memberi dampak besar bagi ekosistem pesisir.
“Kita harus mulai dari diri sendiri, dari rumah kita, dari kebiasaan kecil sehari-hari. Dengan begitu, kesadaran menjaga lingkungan bisa menjadi budaya,” ungkap Gamalis.
Jaga Lingkungan, Jaga Masa Depan Pariwisata Berau
Aksi bersih pantai di Derawan ini disebut Gamalis sebagai contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Tidak hanya sekadar membersihkan sampah, kegiatan tersebut menjadi momen refleksi penting bahwa masa depan pariwisata Berau sangat bertumpu pada kelestarian alamnya.
Pulau Derawan—sebagai salah satu ikon wisata bahari Indonesia—dikenal dengan pasir putih, terumbu karang yang terjaga, serta habitat penyu yang unik. Semua keindahan itu kini menghadapi ancaman serius dari sampah laut, terutama plastik.
“Ini komitmen kita bersama untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” tegasnya.
Masyarakat dan Wisatawan Didorong Jadi Bagian Solusi
Selain masyarakat lokal, pemerintah juga mengajak wisatawan untuk terlibat aktif menjaga kebersihan destinasi. Edukasi tentang larangan membuang sampah sembarangan, penyediaan fasilitas tempat sampah di titik strategis wisata, hingga kampanye “Bawa Pulang Sampahmu” kini mulai digencarkan.
Langkah-langkah ini menjadi pondasi penting bagi pengembangan pariwisata berbasis konservasi, sebuah pendekatan yang tidak hanya mempromosikan keindahan alam, tetapi juga memastikan keberlanjutannya.
Bersih Pantai, Langkah Kecil Dampak Besar
Kegiatan bersih pantai di Derawan diharapkan menjadi inspirasi bagi kampung-kampung pesisir lainnya di Berau seperti Maratua, Talisayan, dan Biduk-Biduk. Pemerintah menilai bahwa keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari kualitas lingkungan yang tetap terjaga.
Berau berkomitmen menjadikan aksi lingkungan sebagai agenda rutin yang melibatkan berbagai sektor—mulai dari sekolah, kelompok pemuda, hingga pelaku usaha pariwisata.
Dengan semangat kolaborasi ini, Derawan diharapkan semakin bersinar sebagai destinasi wisata kelas dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga lestari. (adv)


