TANJUNG SELOR – Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kabupaten Bulungan sepanjang tahun 2025 mengalami peningkatan. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bulungan mencatat kenaikan sebesar 19,70 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 terjadi 79 kasus kecelakaan, naik dari 66 kasus pada tahun 2024. Artinya, terdapat penambahan 13 kasus dalam satu tahun terakhir.

“Terjadi peningkatan laka lantas sebesar 19,70 persen. Korban meninggal dunia tercatat 14 orang, luka berat 68 orang, dan luka ringan 49 orang, dengan total kerugian materiil mencapai Rp350 juta,” ujar Rofikoh saat konferensi pers akhir tahun di Mapolresta Bulungan, Senin (29/12).

Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, komposisi korban juga mengalami perubahan. Pada 2024, jumlah korban meninggal dunia tercatat 6 orang, luka berat 43 orang, dan luka ringan 17 orang. Sementara pada 2025, angka luka berat dan luka ringan meningkat cukup signifikan.

Berdasarkan data kepolisian, kecelakaan lalu lintas di Bulungan masih didominasi oleh sepeda motor dan mobil penumpang. Mayoritas korban berada pada rentang usia 17 hingga 21 tahun, dengan latar belakang pelajar dan mahasiswa.

Untuk menekan angka kecelakaan, Polresta Bulungan telah menggelar berbagai operasi kepolisian sepanjang 2025. Tercatat ada lima operasi yang dilaksanakan, yaitu Operasi Ketupat dan Operasi Lilin yang masing-masing berlangsung selama 14 hari, serta Operasi Keselamatan, Operasi Patuh, dan Operasi Zebra.

“Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas,” jelasnya.

Polresta Bulungan mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan lebih berhati-hati saat berkendara, demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Sayangi diri Anda dan utamakan keselamatan saat beraktivitas di jalan raya. (Lia)