TANJUNG REDEB – Penyebaran berita bohong atau hoaks yang kian masif di ruang digital menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau. Untuk membentengi masyarakat dari informasi yang menyesatkan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau mendorong penggunaan kanal pelaporan resmi yang telah terintegrasi secara nasional.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, mengungkapkan bahwa langkah konkret telah diambil oleh pemerintah pusat melalui kolaborasi strategis untuk menyaring arus informasi di masyarakat.

“Kemenkomdigi bekerja sama dengan Dewan Pers telah meluncurkan aplikasi pelaporan berita hoaks. Melalui platform ini, masyarakat dapat secara mandiri mengecek apakah berita yang mereka terima itu benar atau sekadar hoaks,” ujar Didi Rahmadi

Tidak hanya mengandalkan infrastruktur digital, Diskominfo Berau juga aktif melakukan pendekatan persuasif dan edukatif kepada berbagai lapisan masyarakat.

Didi menjelaskan bahwa edukasi mengenai literasi media telah menjadi agenda rutin, terutama pada momen-momen krusial yang rawan akan penyebaran disinformasi.

“Diskominfo sendiri telah beberapa kali melakukan sosialisasi secara intensif. Kami bergerak bersama Bawaslu dan KPU, terutama pada saat momentum Pemilu lalu, untuk memastikan masyarakat tidak termakan isu yang memecah belah,” tambahnya.

Selain bekerja sama dengan penyelenggara pemilu, Diskominfo juga merangkul sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kabupaten Berau. Langkah ini diambil agar pemahaman mengenai cara menyaring informasi dapat tersebar hingga ke akar rumput.

Didi Rahmadi menekankan bahwa peran aktif masyarakat adalah kunci utama dalam memutus rantai penyebaran hoaks. Kehadiran aplikasi pelaporan ini diharapkan menjadi alat bantu bagi warga Berau agar lebih kritis sebelum membagikan informasi di media sosial.

“Kehadiran teknologi pelaporan ini harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat. Dengan adanya sinergi antara aplikasi dari Kemenkomdigi dan sosialisasi yang kami lakukan, kami berharap ekosistem informasi di Berau semakin sehat dan kondusif,” pungkasnya (akti)