Tanjung Redeb – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau kini dapat memantau secara langsung aktivitas pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas melalui aplikasi “Mandau”. Inovasi digital ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pelayanan masyarakat berjalan optimal dan merata.
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengatakan aplikasi Mandau memungkinkan pihaknya mengetahui kondisi pelayanan di 21 puskesmas secara real time, mulai dari keberadaan tenaga medis hingga antrean pasien.
“Dengan Mandau, kami bisa melihat puskesmas mana yang sedang aktif melayani, dokter yang bertugas, hingga antrean pasien. Kalau ada pelayanan yang tidak berjalan, bisa langsung kami komunikasikan,” jelas Lamlay.
Ia menyebutkan, penerapan aplikasi ini dilakukan secara cepat dan efektif. Bahkan sejak 1 Januari 2026, seluruh puskesmas di Berau sudah mulai mengoperasikan Mandau dalam pelayanan sehari-hari.
Selain meningkatkan pengawasan, aplikasi ini juga dinilai mampu meringankan beban administrasi puskesmas. Seluruh data pelayanan masyarakat terekam otomatis tanpa perlu rekapan manual oleh petugas.
“Dulu data pelayanan harus direkap satu per satu. Sekarang semuanya terekam di sistem. Ini sangat membantu, baik bagi puskesmas maupun Dinkes,” ujarnya.
Tak hanya itu, Mandau juga terintegrasi dengan pelayanan BPJS Kesehatan. Puskesmas tidak lagi melakukan pemberkasan manual karena klaim dapat diproses secara otomatis melalui aplikasi.
“Pelayanan jadi lebih mudah, cepat, dan tertib. Ini bagian dari upaya kami meningkatkan mutu layanan kesehatan di Berau,” pungkasnya.
Ke depan, aplikasi Mandau juga akan diterapkan hingga ke puskesmas pembantu (Pustu) guna memperluas jangkauan pengawasan dan pelayanan kesehatan berbasis digital di Kabupaten Berau.(*)

