BERAU – Event Organizer (EO) Matasanggam tengah bersiap menggelar “Makdendang”, sebuah festival yang mengusung konsep unik dengan memadukan hiburan musik, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pelestarian budaya pesisir. Acara ini dirancang bukan sekadar konser biasa, melainkan wadah untuk membangkitkan gairah ekonomi masyarakat pasca-Lebaran.
Morten, perwakilan EO Matasanggam, menjelaskan bahwa Makdendang menitikberatkan pada pemberdayaan pelaku usaha melalui bazar UMKM. Sebanyak 30 tenant UMKM lokal telah terdaftar untuk mengisi area acara.
Selain itu, kolaborasi dengan Adira Finance melalui Adira Expo turut menambah 20 tenant produk kendaraan dan elektronik dengan dukungan pembiayaan langsung, sehingga total terdapat 50 tenant yang akan memeriahkan festival ini.
“Konsep Makdendang ini adalah kolaborasi antara konser dan pemberdayaan ekonomi. Kami ingin memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk berjualan di tengah keramaian acara,” ujar Morten saat memberikan keterangan pada Sabtu (11/4/2026).
Salah satu pembeda utama Makdendang dengan acara lainnya adalah fokus pada pengangkatan budaya pesisir Berau, khususnya kebudayaan suku Bajau.
Morten menyebutkan bahwa selama ini masyarakat harus menempuh perjalanan jauh ke Maratua atau Tanjung Batu untuk menyaksikan upacara adat tersebut, namun kini Matasanggam menghadirkannya langsung di pusat kota Tanjung Redeb.
Rangkaian acara akan diisi dengan penampilan kolosal, seni kontemporer, hingga simulasi parodi upacara adat yang sakral tanpa mengurangi nilai-nilai esensinya.
“Kami ingin menampilkan sesuatu yang berbeda, termasuk simulasi acara adat yang biasanya hanya bisa dilihat setahun sekali di wilayah pesisir,” tambahnya.
Terkait kesiapan di lapangan, Morten mengungkapkan bahwa pemetaan lokasi dan penyusunan tata letak layout sudah selesai dilakukan.
Area konser telah ditutup sejak 1 April lalu untuk sterilisasi, dan proses pengangkutan peralatan dijadwalkan mulai dilakukan esok hari.
Sebagai sajian pamungkas, Makdendang akan menghadirkan grup band nasional yang tengah populer.
Morten menjanjikan kualitas produksi yang lebih unggul dibandingkan gelaran-gelaran Matasanggam sebelumnya, mulai dari tata lampu lighting, sistem suara sound system, hingga kualitas visual yang megah.
“Kami berharap Makdendang tidak hanya menjadi tempat hiburan, tapi juga memberikan pengalaman budaya yang mendalam dan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Berau,” pungkas Morten. (akti)

