TANJUNG REDEB – Pemerintah Kecamatan Maratua membawa 35 usulan program prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Berau Tahun 2027 yang berlangsung di Ruang Sangalaki, Kantor Bupati Berau, Selasa (11/2/2026). Forum ini menjadi wadah penyelarasan kebutuhan kampung dengan arah pembangunan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

 

Musrenbang tersebut dihadiri Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, perwakilan DPRD Provinsi Kalimantan Timur, DPRD Berau, jajaran perangkat daerah, serta perwakilan kampung se-Kecamatan Maratua.

 

Camat Maratua Ariyanto menegaskan, seluruh usulan yang dibawa merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat di tingkat kampung. Ia menyebut, kondisi anggaran yang terbatas justru menjadi tantangan untuk menyusun program yang benar-benar prioritas.

 

“Musrenbang ini menjadi ruang menyatukan aspirasi masyarakat. Efisiensi anggaran bukan alasan untuk berhenti, tetapi menjadi motivasi agar kita bekerja lebih efektif dan fokus pada kebutuhan mendesak,” ujarnya.

 

Dalam pemaparannya, Ariyanto menyebut sejumlah kebutuhan mendesak yang diusulkan, mulai dari pengadaan lahan pembangunan TK Negeri, kelanjutan renovasi Kantor Camat Maratua yang belum rampung, hingga pengadaan armada pengangkut sampah untuk beberapa kampung. Selain itu, peningkatan layanan kesehatan juga menjadi perhatian melalui rencana pembangunan gedung puskesmas, penyediaan dokter gigi, alat fogging, serta dukungan sarana teknologi seperti jaringan internet satelit dan perangkat komputer untuk fasilitas kesehatan.

 

“Kami berharap beberapa program prioritas dapat direalisasikan lebih cepat karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat,” tegasnya.

 

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menilai penyelenggaraan Musrenbang Maratua di Ruang Sangalaki merupakan bentuk perhatian khusus pemerintah daerah terhadap kawasan tersebut. Ia menegaskan, Maratua memiliki posisi strategis sebagai destinasi wisata unggulan yang terus berkembang.

 

“Maratua sudah dikenal luas sebagai tujuan wisata bahari. Aktivitas penerbangan dan kunjungan wisatawan yang tinggi menjadi sinyal bahwa kawasan ini harus terus diperkuat dari sisi infrastruktur dan pelayanan,” katanya.

 

Menurutnya, pengelolaan sampah menjadi isu penting yang harus diselesaikan bersama agar pertumbuhan pariwisata tetap berkelanjutan. Pemerintah daerah juga mendorong penguatan sektor ekonomi masyarakat melalui UMKM, dukungan bagi nelayan, serta peningkatan fasilitas pendidikan.

 

“Kita ingin pembangunan di Maratua berjalan seimbang, tidak hanya fisik tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci,” pungkasnya.

 

Melalui Musrenbang ini, usulan program dari Kecamatan Maratua selanjutnya akan diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah untuk masuk dalam perencanaan RKPD Kabupaten Berau Tahun 2027.(*)