TANJUNG SELOR – Menjelang arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 H, keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah daerah dan aparat kepolisian.
Hal ini dilakukan untuk memastikan perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang diperkirakan jatuh pada 20 Maret dapat berlangsung aman dan lancar.
Untuk mempersiapkan hal tersebut, pada Selasa (10/3) Kepolisian Daerah Kalimantan Utara bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara serta sejumlah instansi terkait melakukan rapat koordinasi membahas skema pengamanan mudik Lebaran 2026.
Kapolda Kaltara, Djati Wiyoto Abady mengatakan pihaknya terus memperkuat kerja sama antarinstansi untuk memastikan pengamanan selama perayaan Idulfitri di wilayah Kalimantan Utara berjalan efektif.
Menurutnya, saat momen Lebaran biasanya terjadi peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat. Selain arus mudik, juga terjadi lonjakan aktivitas belanja dan kunjungan ke tempat wisata.
Karena itu, berbagai langkah antisipasi disiapkan untuk mencegah potensi gangguan seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga kemungkinan kenaikan harga bahan pokok.
“Kami akan membuka posko pengamanan saat malam takbiran dan salat Idulfitri. Pengamanan juga difokuskan untuk mencegah tindak kriminal seperti pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, serta penipuan,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah dan aparat juga akan memastikan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan hingga Lebaran.
Mengingat wilayah Kalimantan Utara banyak bergantung pada transportasi laut, pengamanan di jalur laut juga akan diperketat.
Pemeriksaan kelayakan kapal serta pengawasan kapasitas penumpang akan menjadi fokus utama selama masa arus mudik. (Lia)

