Nusantara – Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) VII pada 23–25 Januari 2026 di Gedung Function Hall, Ibu Kota Nusantara (IKN). Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum konsolidasi masyarakat Dayak Kalimantan Timur di tengah percepatan pembangunan nasional.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam pembukaan Mubes tersebut. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono hadir langsung, sementara Gubernur Kalimantan Timur diwakili oleh Wakil Gubernur Seno Aji.

Komando Resor Militer (Danrem) diwakili Kepala Staf Korem (Kasrem). Turut hadir Ketua Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) yang diwakili Drs. Firminus Kunum, M.Si, Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) H. Viktor Yuan, S.H., M.H., para ketua adat Dayak, ketua-ketua PDKT kabupaten/kota, serta tokoh-tokoh adat dari berbagai daerah.

Mubes VII PDKT mengusung tema “Mewujudkan Dayak Berkualitas Menuju Indonesia Emas”.

Tema ini menegaskan komitmen organisasi dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat Dayak agar mampu berperan aktif dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Selain mempererat silaturahmi dan konsolidasi organisasi, Mubes VII memuat agenda strategis, antara lain penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya serta pemilihan Ketua Umum PDKT untuk masa bakti 2026–2031.

Pemilihan Ibu Kota Nusantara sebagai lokasi Mubes dinilai memiliki makna simbolik dan strategis. Kalimantan Timur, sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia, dipandang sebagai ruang penting untuk menegaskan posisi, peran, dan kontribusi masyarakat Dayak dalam pembangunan nasional ke depan.

Dalam sidang pleno pemilihan, Dr. Yulianus Henock Sumual, S.H., M.Si ditetapkan sebagai Ketua Umum PDKT periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi, dengan dukungan penuh dari seluruh cabang PDKT.

Melalui Mubes VII ini, PDKT berharap lahir kepemimpinan yang visioner serta program kerja yang adaptif terhadap perubahan zaman. Organisasi tersebut menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah pemersatu masyarakat Dayak Kalimantan Timur yang berdaya saing, berkarakter, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa.