BERAU – Persoalan yang hingga kini diakui belum kunjung selesai adalah persoalan tapal batas antar kecamatan Sambaliung, Tabalar-Biatan.

Tak kunjung selesainya persoalan tersebut, diakui Camat Tabalar, Tri Anggoro kerap menjadi pemicu klaim wilayah antar kampung.

Bupati Berau Sri Juniarsih juga menekankan percepatan penetapan batas kampung. “Jika lahan sudah memiliki SK, tidak perlu lagi dipersoalkan,” ujarnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah tetap memfokuskan pembangunan pada infrastruktur dasar dan kebutuhan masyarakat. Sejumlah program diprioritaskan, mulai dari peningkatan jalan menuju kawasan wisata Kampung Karangan, jalan usaha tani, pembangunan dan lanjutan SPAM Lempake, drainase Kampung Manunggal Jaya, hingga bantuan pupuk, benih jagung, dan ternak.

Di sektor pendidikan, pemerintah menyiapkan pembangunan Rumah Dinas Guru, rehabilitasi ruang kelas, serta program pemberdayaan dan perlindungan sosial bagi warga rentan.

Sri Juniarsih juga menekankan percepatan penetapan batas kampung. “Jika lahan sudah memiliki SK, tidak perlu lagi dipersoalkan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah mendorong optimalisasi potensi pariwisata sebagai bagian dari transisi ekonomi pasca sumber daya alam. Wisata Air Panas Pemapak disebut sebagai salah satu andalan Kecamatan Biatan. Namun, ia mengingatkan bahwa pengembangan pariwisata harus sejalan dengan pengelolaan sampah yang baik.

“Pariwisata identik dengan kebersihan. Jika sampah dikelola dengan benar, ia justru bisa bernilai ekonomi,” kata Sri Juniarsih.(*)