TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan resmi meluncurkan Kartu Penyandang Disabilitas pada Selasa malam (17/2) di hotel Pangeran Khar.
Program ini diharapkan memberikan kemudahan akses dan keringanan biaya bagi penyandang disabilitas di wilayah Bulungan.
Peluncuran kartu tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan program Bulungan Inklusi Ramah Disabilitas yang sebelumnya telah dicanangkan pada 12 Oktober 2025.
Bupati Bulungan, Syarwani, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah bersama berbagai pihak untuk membantu meringankan beban para penyandang disabilitas.
“Saya berterima kasih dan mudah-mudahan ini menjadi berkah bagi saudara-saudara saya para penyandang disabilitas di Kabupaten Bulungan,” ujar Syarwani, Rabu (18/3).
Ia menjelaskan, kartu tersebut diluncurkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak, mulai dari Dinas Sosial, yayasan sosial, pengusaha hotel, pedagang UMKM, hingga pengusaha transportasi sungai di Kalimantan Utara.
Menurutnya, pemegang kartu nantinya dapat memperoleh berbagai keringanan saat menggunakan layanan tertentu, seperti saat berkunjung ke UMKM, menginap di hotel yang bekerja sama, maupun menggunakan transportasi sungai.
“Kartu ini diharapkan memberi manfaat bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka bisa mendapatkan keringanan ketika menggunakan fasilitas atau berkunjung ke UMKM, maupun menggunakan transportasi sungai dari Tanjung Selor menuju Tarakan atau ke Pesok,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tidak menetapkan besaran diskon yang harus diberikan. Penentuan potongan harga diserahkan kepada kesepakatan masing-masing pelaku usaha yang tergabung dalam komunitas pedagang maupun pengusaha transportasi.
“Pemerintah daerah tidak menetapkan tarif diskon. Itu disepakati oleh para pedagang dan pengusaha transportasi. Tugas kami adalah memfasilitasi dan mewadahi agar ada komitmen bersama membantu saudara-saudara penyandang disabilitas,” katanya.
Sebagai gambaran, jika tarif normal perjalanan speedboat dari Tanjung Selor ke Tarakan sekitar Rp150 ribu, pengusaha transportasi dapat memberikan potongan harga tertentu kepada pemegang kartu tersebut sesuai kesepakatan mereka.
Data sementara menunjukkan jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Bulungan diperkirakan mencapai lebih dari 700 hingga mendekati 1.000 orang.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memfasilitasi kebutuhan mereka melalui berbagai program.
Selain kemudahan akses layanan, pemerintah juga berencana mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi penyandang disabilitas agar memiliki peluang bekerja atau berusaha secara mandiri.
“Kalaupun tidak bekerja di perusahaan, minimal mereka punya peluang dan modal untuk berusaha secara mandiri,” ujar Syarwani.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga membuka peluang akses permodalan bagi penyandang disabilitas melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT BPR Bank Bulungan, melalui program kredit mesra yang termasuk dalam 15 program prioritas Pemkab Bulungan. (ADV/Lia)

