Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kalimantan Timur (Kaltim) telah memastikan bahwa penanganan ruas jalan penghubung Tering (Kutai Barat)–Ujoh Bilang (Mahakam Ulu) sepanjang 31,53 kilometer akan rampung dan berfungsi penuh pada 2026.
Jalan strategis ini diproyeksikan, akan menjadi urat nadi mobilitas warga sekaligus jalur distribusi logistik utama ke wilayah pedalaman Kaltim.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan penyelesaian ruas jalan tersebut menjadi prioritas, dengan dukungan anggaran APBD 2026 sebesar Rp90 miliar.
Ia juga meminta agar pengerjaan dapat dipercpat, sehingga masyarakat Mahakam Ulu tidak terus terjebak dalam keterisolasian akses darat.
“Jalan ini harus tuntas. Kalau bisa enam bulan, bahkan tiga bulan,” kata orang nomor satu di Kaltim itu, pada Rabu (14/1/2026).
Saat ini, masih terdapat sembilan titik yang belum terselesaikan akibat kondisi medan yang berat dan tingkat kesulitan teknis yang tinggi. Namun, Pemprov Kaltim menegaskan tidak ada lagi ruang untuk penundaan.
Pada tahun anggaran 2025, Pemprov telah menyelesaikan penanganan sepanjang 23,91 kilometer dengan konstruksi rigid pavement. Sementara sisa 7,65 kilometer dijadwalkan dikerjakan dan dituntaskan pada 2026.
“Kita tidak boleh menunda. Warga Mahakam Ulu sangat membutuhkan akses jalan yang layak,” ujar pria yang karib disapa Harum.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltim, HM Aji Fitra Firnanda, menjelaskan, pembangunan jalan Tering–Ujoh Bilang dilakukan secara bertahap sejak 2023.
Pada 2025, pekerjaan dibagi dalam empat paket dengan total panjang efektif mencapai 19,28 kilometer.
“Sisa 7,65 kilometer akan kami tuntaskan. Targetnya sebelum akhir 2026 seluruh ruas sudah tertangani,” tutupnya.
Untuk diketahui bahwa ruas jalan Tering – Ujoh Bilang selama ini dikenal sebagai jalur kritis bagi Mahulu, kabupaten yang selama bertahun-tahun bergantung pada transportasi sungai dan udara.
Diharapkan dengan rampungnya akses darat ini dapat memangkas biaya logistik, mempercepat layanan publik.
Serta membuka peluang ekonomi baru di wilayah perbatasan Kaltim tersebut.(*)

