Samarinda- Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mempercepat proses pergantian Direktur Utama Bankaltimtara (PT BPD Kaltim-Kaltara). Dua nama calon pengganti disebut telah lolos uji kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Informasi yang dihimpun, dua kandidat tersebut adalah Romy Wijayanto dan Amri Mauraga. Keduanya telah disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Balikpapan, Kamis (5/3/2026).
Namun, rencana pergantian ini memicu beragam tanggapan dari pemegang saham. Salah satu perwakilan pemegang saham minoritas mengungkapkan,
Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang sempat meminta agar penetapan dirut baru ditunda hingga setelah Idulfitri.
“Dalam RUPS, diminta pembahasan dilanjutkan setelah Lebaran,” ujar sumber tersebut beberapa waktu lalu.
Ia juga menyoroti belum adanya penjelasan rinci terkait alasan pergantian Muhammad Yamin, yang saat ini masih menjabat sebagai direktur utama.
“Banyak pemegang saham mempertanyakan dasar pergantian ini,” katanya.
Diketahui, Muhammad Yamin masih menjalani periode kedua jabatannya untuk 2024–2028. Ia memimpin Bankaltimtara sejak 2020 dan kembali dikukuhkan melalui RUPS pada April 2024.
Komposisi saham Bankaltimtara didominasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebesar 64,51 persen. Sisanya dimiliki Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara serta pemerintah kabupaten/kota di Kaltim dan Kaltara.
Dari dua nama yang muncul, Amri Mauraga diketahui pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bank Sulselbar sebelum mengundurkan diri pada 2022.
Ia juga sempat menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi infrastruktur yang melibatkan mantan Gubernur Sulawesi Selatan.
Sementara Romy Wijayanto merupakan mantan Direktur Keuangan dan Strategi Bank DKI yang beberapa kali meraih penghargaan di bidang keuangan.
Hingga kini, belum ada keputusan final terkait siapa yang akan ditetapkan sebagai Direktur Utama Bankaltimtara menggantikan Muhammad Yamin.(*)

