TANA TIDUNG – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung memastikan komitmen terhadap pendidikan anak usia dini tetap menjadi prioritas. Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah keputusan untuk mempertahankan insentif bagi para guru PAUD, seiring dengan keberhasilan berbagai inovasi PAUD daerah yang kini menjadi rujukan nasional.
Insentif guru PAUD tetap diberikan berdasarkan jenjang pendidikan, yaitu Rp 1 juta untuk lulusan Sarjana (S1), Rp 800 ribu untuk Diploma (D3), dan Rp 700 ribu untuk lulusan SMA setiap bulan.
Komitmen ini disampaikan langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, setelah berhasil meraih peringkat pertama Wiyata Darma Utama pada Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025.
Prestasi tersebut merupakan hasil perjuangan hampir tiga tahun melalui proses penilaian ketat yang melibatkan seluruh Bunda PAUD kabupaten/kota se-Indonesia.
“Perjuangannya hampir tiga tahun. Bukan demi penghargaan, tetapi untuk meningkatkan kualitas sumber daya PAUD di Kabupaten Tana Tidung. Penghargaan ini hanya bonus,” ujar Vamelia, Selasa (9/12/2025).
Dalam proses seleksi, Vamelia bahkan meraih nilai sempurna dari ketiga dewan juri, berkat konsistensi dan inovasi yang diterapkan di dunia PAUD.
Beberapa program unggulan yang dijalankan meliputi peningkatan kesejahteraan guru PAUD, optimalisasi dana desa untuk mendukung pengembangan PAUD, penguatan program inovatif, serta sejumlah terobosan lain yang belum banyak ditemui di daerah lain.
Program-program tersebut kini menjadi rujukan nasional dalam pengembangan pendidikan usia dini. Vamelia menegaskan bahwa keberhasilan ini lahir dari kolaborasi kuat antara dirinya sebagai Bunda PAUD dan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, khususnya dukungan penuh dari Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali.
“Kami berkolaborasi. Pak Bupati memiliki visi dan misi, dan saya menjalankan visi-misi tersebut sebagai Bunda PAUD,” jelasnya.
Dengan diteruskannya insentif guru PAUD dan pengembangan program-program inovatif, Pemerintah Tana Tidung berharap mutu pendidikan anak usia dini semakin meningkat serta mampu mencetak generasi muda yang lebih siap menghadapi masa depan. (lia)

