TANJUNG REDEB – Antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak ramai mengular di salah satu SPBU di Tanjung Redeb, Sambaliung. Rabu (1/4/2026). Ramainya pengantre diduga dipicu isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang disebut-sebut akan berlaku mulai 1 April.

Sejak pagi, kendaraan terus berdatangan untuk mengisi BBM. Antrean mobil bahkan terlihat memanjang hingga area pintu masuk SPBU, sementara pengendara motor memenuhi jalur pengisian sejak pagi hari.

Petugas sekaligus pengawas SPBU, Sumarioto, mengatakan ramainya antrean memang sudah mulai terlihat sejak malam setelah masyarakat mendengar kabar BBM akan naik.

“Memang sejak malam ramai karena banyak yang bilang BBM akan naik. Tapi pagi ini setelah kami cek, tidak ada kenaikan dan masih normal seperti biasa,” ujarnya saat ditemui di kantor SPBU.

Ia menegaskan, harga BBM yang berlaku di Kalimantan Timur pada April 2026 masih sama seperti bulan sebelumnya.

Adapun rincian harga BBM yang tetap berlaku yakni:

Pertalite Rp 10.000 per liter

BioSolar Rp 6.800 per liter

Pertamax Rp 12.600 per liter

Pertamax Turbo Rp 13.350 per liter

Dexlite Rp 14.500 per liter

Pertamina Dex Rp 14.800 per liter

Sumarioto menyebut, isu yang lebih dulu menyebar di masyarakat membuat sebagian pengendara memilih datang lebih cepat untuk mengisi penuh tangki kendaraan mereka.

Salah satu pengendara motor, mutia yang ikut mengantre mengaku sengaja datang sebelum berangkat kerja karena takut harga BBM benar-benar naik.

“Saya lihat kabarnya dari tadi malam, makanya pagi langsung isi sebelum kerja. Ternyata masih harga biasa,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan pengendara mobil yaitu rangga yang memilih mengisi penuh tangki untuk berjaga-jaga.

“Saya sengaja full tank karena takut benar naik. Kalau mobil sekali isi lumayan besar, jadi lebih tenang kalau isi sekarang,” katanya.

Meski sempat terjadi antrean cukup panjang, kondisi di SPBU mulai kembali normal setelah masyarakat mengetahui harga BBM di Kalimantan Timur tidak mengalami perubahan.