TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau melalui instansi terkait mulai mematangkan persiapan pelaksanaan malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah. Salah satu fokus utama adalah penataan jalur iring-iringan serta rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan.

Kasi Wasdal Dishub, Syamsudin, mengungkapkan bahwa survei jalur telah dilaksanakan pada Senin (16/3/2026) sore bersama sejumlah pihak, di antaranya Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Polisi Lalu Lintas.

“Survei jalur sudah kami lakukan bersama Dishub, Satpol PP, dan Polantas. Ada beberapa perubahan rute dibanding sebelumnya,” ujarnya Rabu (19/03/2026).

Syamsudin menjelaskan, titik awal (start) yang sebelumnya direncanakan dari Rumah Dinas Bupati kini dipindahkan ke halaman depan Masjid Agung Baitul Hikmah. Dari lokasi tersebut, peserta akan melintasi sejumlah ruas jalan utama di Tanjung Redeb.

Rute iring-iringan dimulai dari Jalan APT Pranoto, kemudian menuju Jalan SA Maulana, berbelok ke Jalan Sudirman, dilanjutkan ke Jalan Tendean, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Antasari. Selanjutnya, rombongan akan melintasi Simpang Dr. Sutomo, masuk ke Jalan Dr. Sutomo, menuju Jalan Pulau Sangalaki, Jalan Pulau Derawan, hingga tembus ke Jalan Pemuda dan Jalan Pulau Panjang.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kawasan Gunung Panjang, melintasi Murjani Tiga, Murjani Dua, dan Murjani Satu, sebelum akhirnya finish di halaman Kantor Bupati Berau.

“Rute ini khusus untuk peserta lomba takbiran. Mereka akan titik akhir (finish) di halaman Kantor Bupati,” jelasnya.

Sementara itu, untuk masyarakat umum yang turut meramaikan malam takbiran, akan dilakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem pemecahan arus kendaraan. Titik pemecahan diperkirakan mulai dilakukan di kawasan Simpang SMP Negeri 3 guna menghindari kemacetan.

“Yang bukan peserta lomba akan kita pecah arusnya agar tidak mengganggu lalu lintas,” tambahnya.

Selain pengaturan jalur, pihaknya juga menekankan aturan terkait jenis kendaraan yang diperbolehkan ikut dalam iring-iringan. Kendaraan jenis truk atau roda enam (R6) dilarang ikut serta.

“Kami tidak memperkenankan kendaraan truk ikut dalam iring-iringan. Selain faktor keselamatan, juga estetikanya itu tidak ada. Maksudnya, dalam arti Itu anak-anak di dalam truk hanya ribut saja. Tidak ada gema takbirnya, dan kadang-kadang sampai buka baju segala sehingga kurang mendukung kekhidmatan takbiran,” tegas Syamsudin.

Sebagai alternatif, peserta disarankan menggunakan kendaraan jenis pick-up atau mobil double cabin yang dinilai lebih aman dan sesuai.

“Truk itu rawan, karena tinggi dan berisiko bagi peserta, terutama anak-anak. Kami ingin menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Untuk waktu pelaksanaan, takbiran akan dimulai setelah salat Isya, sembari menunggu hasil sidang isbat penetapan Hari Raya Idulfitri.

Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan pelaksanaan malam takbiran di Berau dapat berjalan lancar, aman, dan tetap khidmat. (fp*)