BERAU – Produk Tenun Kampung sukan Kabupaten Berau, sudah banyak mengalami peningkatan dari sisi permintaan pasar akhir-akhir ini. Usai menyelesaikan pelatihan bagi para pengrajin beberapa bulan yang lalu, kini masyarakat di kampung tersebut di gadang-gadang bakal banyak menerima pesanan dari berbagai pihak.

Kapal Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunia menyampaikan usai melaksanakan pelatihan kepada pengrajin di kampung tersebut, pihaknya mengharapkan dapat memproduksi kain tenun khas berau berskala besar, untuk dipasarkan secara lokal maupun nasional.

“Sekarang ini sebenarnya mulai ada peminatnya, seperti perbankan pesan, perusahaan ada yang pesan,”ucapnya

Dia menambahkan,peralatan pendukung yang ada saat ini di rumah tenun kampung tersebut sudah memadai. Menurutnya tidak sulit untuk berproduksi dalam jumlah besar. Sebab sudah didukung dengan peralatan modern, bahkan tradisional juga masih digunakan.

“Karena memang butuh waktu yang lama untuk bisa menghasilkan satu lembar itu aja butuh berapa bulan,namun disana juga ada alat modern, yang bisa mempersingkat waktu pembuatan,”

Mengenai pendampingan pemerintah dalam program tersebut, kata Eva tentunya harus ada kolaborasi kuat antara sektor yang terkait, demi mewujudkan percepatan produksi secara maksimal. Hal ini seperti Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dan dukungan koperasi Merah Putih yang tidak lama lagi akan beroperasi, sudah pasti adalah sektor yang krusial dalam mendukung produksi tenun.

“Diharapkan kedepan ini salah satu perhatian apakah BUMK, atau Koperasi Desa Merah Putih. supaya dari sisi pembiayaan pemasaran dihandle oleh mereka. Karena kalau tidak gitu, tidak bakalan bisa sukses,”pungkasnya. (Sigit/Adv)