TANJUNG SELOR – Satu unit rumah hunian berbahan kayu di Selimau 1, Jalur 4, Kabupaten Bulungan, ludes dilalap si jago merah pada Senin (2/3) siang.

Peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayah Tanjung Selor itu menghanguskan seluruh bangunan rumah beserta isinya. Meski tidak ada barang yang berhasil diselamatkan, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Rumah tersebut diketahui milik Waluyo yang tinggal bersama istri dan sembilan orang anaknya. Saat kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WITA, kedua orang tua tidak berada di rumah. Di dalam rumah hanya ada anak-anak mereka.

Api diduga pertama kali muncul dari bagian atap rumah. Salah seorang warga, Clarisa, mengatakan api kemungkinan berasal dari atap atau kabel listrik yang kemudian menyambar terpal penutup atap rumah.

“Awalnya kami tiba-tiba melihat rumah sudah terbakar. Dugaan sementara api dari atap rumah yang memang ditutupi terpal,” ujarnya saat ditemui di sela-sela proses pemadaman.

Karena bangunan terbuat dari kayu, api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bagian rumah. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Kepala Seksi Operasional Pemadam Kebakaran Kabupaten Bulungan, Ridwan, mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 14.15 WITA.

Setelah menerima laporan, tim langsung menuju lokasi kejadian dengan mengerahkan delapan unit armada dan 35 personel.

“Kami menerima telepon sekitar pukul 14.15 WITA. Untuk sampai ke lokasi membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih 20 menit,” jelas Ridwan.

Ia menambahkan, hingga saat ini penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Informasi sementara dari warga menyebutkan bahwa saat kejadian hanya anak-anak yang berada di rumah, sementara orang tua sedang berada di luar.

Dalam proses pemadaman, petugas tidak mengalami kendala berarti meskipun akses menuju lokasi cukup menantang. Api berhasil dipadamkan dengan cepat sehingga tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Ridwan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, kasus ini telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Akibat kejadian ini, satu keluarga harus kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta benda mereka. Warga sekitar berharap adanya bantuan untuk meringankan beban korban pascakebakaran. (lia)