Gunung Tabur – Masalah banjir yang terus berulang di kawasan Jalan H.A.R.M. Ayoeb, kian meresahkan pengguna jalan. Setiap kali hujan deras mengguyur, ruas jalan protokol tersebut terendam air dengan intensitas cukup tinggi, yang mengakibatkan terhambatnya mobilitas masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan genangan air yang menutupi badan jalan. Kondisi ini memaksa para pengendara untuk ekstra waspada guna menghindari risiko kecelakaan akibat hilangnya panduan batas jalan.
Banyaknya kendaraan, khususnya roda dua, yang nekat melewati licin nya, di Jalan H.A.R.M. Ayoeb memicu kekhawatiran. Sejumlah warga mengeluhkan dampak kerusakan kendaraan yang mereka alami. Jalur ini memang dikenal sebagai titik langganan banjir yang hingga kini memerlukan penanganan serius dari berbagai pihak.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA), Hendra Pranata, menjelaskan bahwa persoalan di Jalan H.A.R.M. Ayoeb didominasi oleh masalah drainase yang tersumbat.
Hasil tinjauan tim teknis menunjukkan luapan air dipicu oleh endapan lumpur (sedimen) yang menutup alur pembuangan. “Sebenarnya fokus kami di SDA bukan pada pembersihan rutin sampah di parit yang sudah ada. Namun, karena kondisi di lapangan menumpuk dan seolah tidak ada yang menyentuh, mau tidak mau kami turun tangan agar air bisa mengalir,” tegas Hendra.
Hendra menyayangkan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga menekankan bahwa pemeliharaan drainase seharusnya menjadi perhatian bersama, termasuk optimalisasi peran petugas kebersihan dan aparat setempat di wilayah tersebut.
Ia menegaskan, jika fungsi kontrol dan pembersihan rutin oleh petugas serta masyarakat tidak berjalan, beban penanganan akan terus menumpuk secara tidak proporsional di dinas teknis (DPUPR).
“Kalau paritnya sudah tersedia, idealnya itu dijaga bersama. Tapi kalau memang kami lihat masyarakat dan pihak terkait tidak bergerak membersihkan lumpur, ya sudah, kami di DPUPR yang siapkan program pembersihan khusus untuk menangani sumbatan tersebut,” jelasnya.
Sebagai langkah jangka pendek, DPUPR mengimbau aparat kelurahan dan kecamatan untuk rutin menggerakkan kerja bakti. Tujuannya guna memastikan lubang-lubang tangkapan air pada drainase di Jalan H.A.R.M. Ayoeb tidak tertutup material.
Hendra berharap ada sinergi yang kuat antara instansi terkait, petugas lapangan, dan masyarakat. Menurutnya, tanpa perubahan perilaku dalam mengelola sampah, perbaikan infrastruktur secanggih apa pun akan sia-sia.
“Kami siapkan program pembersihan sebagai solusi cepat. Namun, keberlanjutannya ada di tangan kita semua. Mari jaga fasilitas di Jalan H.A.R.M. Ayoeb agar tidak ada lagi penyumbatan yang merugikan aktivitas publik,” pungkasnya. (akti)

