Samarinda – Seleksi akhir komisioner Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menuai kritik tajam dari Wakil Ketua III DPRD Kaltim, Yenni Eviliana.

Yenni mengungkapkan bahwa proses penetapan hasil seleksi tidak profesional, dan dilakukan tanpa koordinasi dengan unsur pimpinan dewan.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menyatakan bahwa tahapan fit and proper test semestinya melibatkan Ketua Komisi I DPRD Kaltim dan unsur pimpinan DPRD, namun hal tersebut tidak terjadi.

“Biar bagaimanapun ini tidak bisa dibenarkan. Fit and proper test tanpa koordinasi yang baik dengan ketua Komisi I maupun unsur pimpinan,” tegas Yenni saat dikonfirmasi oleh awak media, pada Kamis (20/11/2025).

Yenni meminta agar pengumuman hasil seleksi ditinjau ulang karena menimbulkan kesan “Permainan Petak Umpet” dan jauh dari prinsip profesionalitas.

“Jangan main kucing-kucingan lah. Kita harus profesional. Ya kita menolak hasil pengumuman itu karena tidak fair,” ujarnya.

Diakhir ia menambahkan bahwa keputusan yang diambil tanpa komunikasi dengan fraksinya dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap PKB, sebagai salah satu fraksi besar di DPRD Kaltim.

“Ini sama saja tidak menghargai PKB sebagai fraksi besar dan unsur pimpinan,” tegasnya.

Sebagai informasi DPRD Kaltim telah mengumumkan hasil akhir uji kelayakan, dan kepatutan calon anggota KPID Kaltim periode 2025–2028 melalui surat bernomor 03/UKK-KPID-Kaltim/X/2025.

Adapun tujuh nama yang dinyatakan lulus adalah:

1. Agustan

2. Natalia Suzanty

3. Siska Sulianti

4. Awang Mohammad Jumri Syafi’i

5. Jerin

6. Daniel Abadi Sihotang

7. Kasno

Maka dari itu, dengan kritik terbuka dari unsur pimpinan DPRD. Proses seleksi KPID Kaltim diperkirakan masih akan berlanjut, dengan evaluasi dan kemungkinan revisi terhadap keputusan tersebut.(*)