TANJUNG REDEB – Peran media sosial kembali menjadi sorotan Dinas Pariwisata Berau (Dispar) sebagai alat utama memperkenalkan kekayaan budaya dan destinasi wisata daerah di tahun 2025.
Kepala Dispar Berau, Ilyas Natsir, menilai platform digital kini menjadi jalur tercepat untuk menjangkau wisatawan, terutama melalui kreativitas generasi muda.

Ilyas menyebutkan bahwa para duta tari dan duta budaya memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah daerah menyebarluaskan konten positif mengenai pariwisata Berau. Mereka dianggap memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memahami pola komunikasi di ruang digital.

“Anak muda kita memiliki energi besar dan kemampuan menciptakan konten menarik. Ini harus dimaksimalkan sebagai bagian dari promosi daerah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ilyas menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus menyediakan ruang bagi para talenta muda dengan menggelar beragam agenda seni dan budaya. Salah satu kegiatan yang rutin berlangsung adalah panggung budaya di Tepian Ahmad Yani yang digelar setiap akhir pekan.

Kegiatan tersebut, lanjutnya, tidak hanya menjadi tempat menampilkan tarian dan musik daerah, tetapi juga menjadi wadah bagi para pelaku kreatif untuk berkolaborasi. Event itu dikelola oleh sejumlah EO lokal yang didominasi anak-anak muda Berau.

“Acara ini bukan sekadar tontonan. Kami ingin membuka ruang tumbuh bagi pelaku kreatif agar mereka bisa menghasilkan karya dan nantinya memperoleh peluang ekonomi,” ujar Ilyas.

Menurutnya, semakin banyak anak muda yang terlibat dalam kegiatan budaya, maka semakin besar dampaknya terhadap penguatan identitas daerah sekaligus perkembangan ekonomi kreatif.

“Kalau kreativitas diberi ruang, maka peluang usaha juga akan terbuka lebar. Harapan kami, pemuda Berau bisa mandiri dan sukses di bidang seni, budaya, maupun industri kreatif,” tutupnya. (*)