TANJUNG REDEB — Warga Jalan Rambutan, Kecamatan Tanjung Redeb, Berau, digegerkan dengan penemuan seorang laki-laki berusia 20 tahun dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (27/11/2025) pagi. Korban ditemukan tertindih di bawah sebuah mobil yang diduga sedang ia perbaiki pada malam sebelumnya.

Menurut keterangan sejumlah saksi mata di lokasi, korban pertama kali terlihat oleh warga dalam posisi telentang di bawah kolong mobil. Kondisinya sudah tidak bernyawa saat ditemukan.

“Sepertinya dia memperbaiki mobil sejak malam. Baru paginya ditemukan sudah meninggal,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Korban Merupakan Sopir Travel dari Samarinda

Safri, yang mengaku sebagai ayah angkat korban, membenarkan identitas pria tersebut. Korban berinisial AR, berdomisili di Samarinda dan sehari-hari bekerja sebagai sopir travel jurusan Samarinda–Berau.

“Dia tinggal di Samarinda, ke Berau itu untuk kerja karena dia sopir travel,” tutur Safri.

AR dikenal sebagai pemuda sehat tanpa riwayat penyakit. Hal ini membuat dugaan kuat bahwa kematiannya murni akibat kecelakaan kerja saat melakukan perbaikan mobil.

Diduga Dongkrak Lepas dan Tidak Mampu Menahan Beban Mobil

Safri menjelaskan, mobil yang sedang diperbaiki korban memiliki ground clearance rendah sehingga ruang antara bodi mobil dan permukaan jalan sangat sempit. Diduga saat proses perbaikan, dongkrak yang digunakan AR tidak menahan beban kendaraan dengan sempurna.

“Dia ditemukan di bawah mobil sudah tertindih. Kayaknya dongkraknya lepas,” jelasnya.

Keterbatasan ruang dan posisi mobil yang rendah diduga memperburuk situasi sehingga korban tidak sempat menyelamatkan diri ketika dongkrak tergelincir atau jatuh.

Korban Dibawa ke Rumah Sakit Menunggu Penjemputan Keluarga

Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah sakit setempat. Pihak keluarga kini tengah dihubungi untuk penjemputan dan proses selanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap serta penyebab pasti kecelakaan tragis tersebut.

(*)