TANJUNG REDEB — Kapal kayu bermuatan pupuk bersubsidi jenis urea dengan total muatan mencapai 650 ton, tenggelam di perairan Sungai Segah pada Senin (25/8/2025).

Kapal kayu motor (KM) bernama Cahaya Fitrah itu tenggelam di sekitar Kampung Tanjung Perangat, Kecamatan Sambaliung. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, peristiwa itu berawal ketika KM Cahaya Fitrah bertolak ke Bontang pada Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 02.00 WITA dengan tujuan Berau.

Setibanya di alur perairan Sungai Berau pada Senin sekitar pukul 10.00 WITA, kapal mulai memasuki wilayah perairan Segah. Saat melintas di sekitar Kampung Tanjung Perangat pada pukul 10.30 WITA, nahkoda kapal berusaha membelokkan haluan ke kanan untuk menghindari sebuah tug boat yang datang dari arah depan.

Namun, manuver tersebut membuat kapal mengalami kandas. Akibatnya, lambung kapal mengalami kebocoran. Dan pada pukul 20.00 WITA, kapal akhirnya tenggelam di perairan kawasan Kampung Tanjung Perangat.

Kapolsek Sambaliung, AKP Amin Maulani menyebutkan bahwa dalam insiden ini tidak ada korban jiwa. Seluruh awak kapal berhasil selamat dari musibah.

Sementara itu, Kasatpolairud Polres Berau, AKP Faisal Hamid, menegaskan hal serupa. Ia menyebutkan pihaknya langsung melakukan pemantauan di lokasi bersama tim gabungan.

“Korban jiwa nihil. Kami bersama instansi terkait masih melakukan pendataan serta mendalami penyebab tenggelamnya kapal. Selain itu, kami juga memantau potensi dampak lingkungan dari muatan pupuk yang ikut tenggelam,” katanya.

Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan pemantauan di lapangan dan berkoordinasi terkait langkah penanganan lebih lanjut pascainsiden. (*)