BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) menegaskan bahwa penilaian Arindama untuk kampung tidak hanya melihat pembangunan fisik, tetapi mencakup beragam aspek tata kelola.

Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, menjelaskan bahwa indikator penilaian kini semakin komprehensif dan diarahkan untuk memperkuat kapasitas desa secara menyeluruh.

Ia menyebut sejumlah komponen utama yang menjadi perhatian, mulai dari pemerintahan kampung, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan usaha ekonomi lokal.

“Banyak indikator yang dinilai, termasuk tata kelola pemerintahannya, keuangannya, usaha desa, kerja sama desa, serta penanganan stunting,” ujarnya.

Selain itu, transformasi posyandu juga menjadi target penting dalam penilaian. Menurutnya, pembenahan kelembagaan posyandu sedang berjalan karena jumlahnya yang sangat banyak di seluruh kampung.

“Sekarang transformasi posyandu itu jadi fokus. Kita masih dalam pembenahan kepengurusan karena jumlahnya ratusan,” kata Tenteram.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kampung tidak bisa berjalan tanpa dukungan berbagai pihak. Konsep pentahelix, yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media menjadi komponen wajib dalam penilaian Arindama.

Menurut Tenteram, indikator yang lengkap dan terarah itu bukan sekadar formalitas, tetapi bertujuan mendorong kampung agar semakin tertib dalam tata kelola, sekaligus berdaya di bidang ekonomi dan sosial.

Penilaian yang dilakukan diharapkan mampu memberi gambaran objektif terhadap capaian pembangunan kampung sepanjang tahun.

Sehingganya Tenteram memastikan bahwa pendampingan dan monitoring akan terus dilakukan agar seluruh kampung mampu memenuhi standar penilaian Arindama.

Dirinya menilai, semakin baik tata kelola sebuah kampung, semakin besar peluangnya untuk berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat.

GIT/ADV