TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau memperkuat komitmen lintas sektor melalui agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan Musrenbang Tematik Stunting Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat RPJPD Baplitbang, Senin (6/4/2026).

Dalam forum tersebut, Wakil Bupati Berau sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Gamalis, memberikan arahan tegas terkait target penurunan angka stunting di Bumi Batiwakkal.

Dalam sambutannya, Gamalis memaparkan kondisi terkini stunting di Kabupaten Berau berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, di mana prevalensi stunting mencapai 25,4%. Angka ini menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya dan masih berada di atas rata-rata nasional.

Namun, Gamalis juga memberikan apresiasi atas peningkatan kinerja input data melalui sistem E-PPGBM tahun 2025.

“Alhamdulillah, posisi input data kita meningkat dari posisi ke 10 menjadi posisi ke 3 di Kalimantan Timur dengan capaian skor mendekati 100%,” ungkapnya.

Beliau merinci beberapa kecamatan dengan progres input data tertinggi, seperti Gunung Tabur 89% dan Pulau Derawan 88%.

Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen menyelaraskan langkah dengan target nasional untuk menurunkan angka stunting menjadi 14,4% pada tahun 2029 dan menuju 0% pada tahun 2045 Indonesia Emas.

“Pencegahan dan percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara lebih fokus dan serius melalui strategi kolaborasi, integrasi, dan delapan aksi konvergensi,” tegas Gamalis.

Beliau mengingatkan bahwa upaya ini bukan sekadar mengejar angka atau penilaian semata, melainkan wujud kehadiran pemerintah dalam menjamin kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Musrenbang ini menjadi wadah krusial untuk mengintegrasikan usulan dari tingkat kampung, kelurahan, hingga kecamatan ke dalam perencanaan kabupaten untuk tahun anggaran 2027. Gamalis mendorong seluruh jajaran TPPS, mulai dari tingkat kabupaten hingga pendamping di lapangan (TPK), untuk aktif mengawal rencana aksi yang telah disusun.

“Saya meminta kita semua bekerja maksimal. Mari kita benahi koordinasi lintas sektor dan pastikan anak-anak kita bebas dari stunting demi kualitas SDM Berau di masa depan,” pungkasnya.

Acara ini dihadiri secara hybrid oleh 170 peserta luring termasuk unsur Forkopimda dan kepala OPD, serta diikuti secara daring oleh seluruh Kepala Kampung dan Kepala Puskesmas se Kabupaten Berau. Hasil kesepakatan dalam forum ini akan dideklarasikan sebagai komitmen bersama pada Musrenbang RKPD tingkat kabupaten esok hari. (akti)