TANJUNG SELOR – Badan Amil Zakat Nasional Kalimantan Utara (Baznas Kaltara) menargetkan penghimpunan zakat fitrah tahun 2026 mencapai Rp10 miliar, atau naik sekitar Rp500 juta dibandingkan capaian sebelumnya.
Kepala Bidang Penghimpunan Baznas Kaltara, M. Syaikhu Nuris, menjelaskan bahwa target tersebut terdiri dari dua skema, yakni Rp6 miliar on balance dan Rp4 miliar off balance.
“Target tahun ini Rp10 miliar, terbagi antara on balance dan off balance. Secara angka tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, namun ada kenaikan sekitar Rp500 juta,” ujarnya.
Baznas Kaltara mulai membuka gerai penerimaan zakat sejak 10 Ramadan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, peningkatan pembayaran zakat biasanya terjadi menjelang Idulfitri.
Gerai zakat tersebar di sejumlah titik strategis, seperti di Tarakan, Bulungan, hingga beberapa bank dan instansi vertikal.
Untuk zakat fitrah 2026, Baznas menetapkan tiga kategori berdasarkan kualitas beras yang biasa dikonsumsi masyarakat:
• Kategori 1: Rp60 ribu per orang
• Kategori 2: Rp45 ribu per orang
• Kategori 3: Rp35 ribu per orang
Besaran Rp60 ribu setara dengan 2,5 kilogram beras kualitas premium. Artinya, masyarakat dapat menyesuaikan pembayaran zakat dengan jenis beras yang biasa dikonsumsi sehari-hari.
“Kalau biasanya mengonsumsi beras nomor satu, maka masuk kategori satu,” jelasnya.
Sementara itu, Relawan Zakat Badri yang membuka gerai di Jalan Sengkawit, Bulungan, mengatakan bahwa di hari-hari awal Ramadan jumlah muzakki masih belum terlalu ramai.
“Sejak kemarin sampai hari ini total ada 12 orang yang menyalurkan zakat. Mayoritas memilih kategori dua, Rp45 ribu,” ujarnya, Senin (2/3).
Meski demikian, ia optimistis jumlah tersebut akan meningkat tajam menjelang akhir Ramadan, mengingat kebiasaan masyarakat yang cenderung menunaikan zakat fitrah di hari-hari terakhir.
Dengan target yang sedikit lebih tinggi tahun ini, Baznas Kaltara berharap partisipasi masyarakat terus meningkat agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh mereka yang membutuhkan di Kalimantan Utara. (Lia)

