TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani, secara resmi meluncurkan program MADYA (Muda Berkarya dan Muda Berdaya) dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Aula Tenguyun, Jumat (21/11). Program yang digagas oleh para pemuda Bulungan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya generasi muda.

Peluncuran MADYA ditandai dengan kick-off yang digelar meriah di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Bulungan, Jalan Jelarai Raya. Di hadapan peserta yang hadir dari berbagai Kecamatan di Bulugan, Bupati Syarwani menyampaikan harapannya agar MADYA dapat menjadi ruang bersama bagi anak-anak muda untuk menyatukan gagasan, kreativitas, hingga kritik konstruktif demi kemajuan daerah.

“Dimulainya MADYA ini diharapkan menjadi wadah pemersatu aspirasi anak muda Bulungan. Semangat membangun daerah harus lahir dari semangat generasi mudanya,” ujar Bupati Syarwani.

Rangkaian kegiatan MADYA langsung disambut antusias oleh anak-anak muda dari 10 kecamatan. Beragam lomba digelar, mulai dari lomba mewarnai, lomba puisi, pertunjukan band, hingga turnamen E-Football yang menjadi magnet bagi peserta dari berbagai kalangan.

Bupati Syarwani menegaskan bahwa MADYA merupakan salah satu dari 15 program prioritas Pemda Bulungan, yang sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mengakomodasi kebutuhan dan ruang ekspresi generasi muda.

“Saya sangat bersyukur karena anak muda Bulungan hadir dan terlibat. Program ini memang kita siapkan untuk mereka, agar suara dan kreativitas mereka mendapat tempat,” tegasnya.

Lebih dari sekadar wadah kreativitas, MADYA digadang sebagai pintu masuk pembentukan SDM unggul hingga ke tingkat desa. Pemerintah menargetkan setiap desa memiliki minimal tiga SDM kompeten yang dibekali pelatihan sesuai potensi wilayahnya.

Sebagai contoh, untuk desa-desa di koridor barat, pemerintah merancang program pelatihan berbasis potensi pertanian agar para pemuda dapat menjadi aset pembangunan di desa masing-masing.

“Ya kalau dikoridor barat itu kan ada pembangunan kawasan pertanian terpadu yang dipusatkan kita (Pemerintah,Red) yang meliputi 10 desa. Dan dengan harapan nanti ada keterlibatan anak muda dimasing-masing desa minimal 3 yang akan diberikan pelatihan dan mereka jadi aset didesa guna kembangkan pertanian,” sebutnya.

“Kita berharap kreativitas dan kompetensi ini terorganisir dengan baik. Ini baru kick-off, dan ke depan setiap desa akan memiliki pemuda yang benar-benar siap mengembangkan potensi daerahnya,” sambung Bupati.

Dengan peluncuran MADYA, Pemkab Bulungan menunjukkan komitmen kuat dalam membangun ekosistem yang mendorong pemuda tidak hanya kreatif, tetapi juga berdaya dan siap menjadi motor pembangunan di wilayahnya.

(adv/Lia)