Samarinda – Meski masih jauh dari pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Legislatif (Pileg). Peta politik di Kaltimantan Timur (Kaltim) kembali mengundang berbagai pertanyaan publik.
Pasalnya, empat tokoh penting daerah, seperti Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Balawan, serta mantan Ketua DPRD Berau, Mandri Pani, resmi bertambat ke partai berlambangkan kepala burung Garuda itu (julukan partai Gerindra).
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim sekaligus Ketua DPD Gerindra Kaltim, Seno Aji.
Kepada awak media, ia mengungkapkan bahwa perpindahan para kepala daerah tersebut, murni didasari keinginan pribadi, bukan paksaan atau manuver politik yang terorganisir.
“Mereka bergabung atas inisiatif pribadi. Tentu saja kami akan sampaikan kabar gembira ini kepada Dewan Pimpinan Pusat Gerindra,” ujarnya, usai menghadiri Dialog Publika TVRI Kaltim, Jalan M Yamin, Samarinda, pada Senin (24/11/2025).
Seno bilang, setiap tokoh yang memilih bergabung bersama Gerindra, tentunya memiliki tujuan dan komitmen tertentu. Oleh karena itu, partai tetap akan melakukan pembahasan internal, terhadap arah dan harapan politik ke empat tokoh tersebut.
“Kita akan cek kembali apa yang menjadi keinginan mereka bergabung dengan Gerindra,” tegasnya.
Selain itu, Seno Aji mengatakan bahwa bergabungnya para kepala daerah bukanlah kejutan yang berarti, tetapi bagian dari dinamika dan strategi politik yang terus bergerak.
“Saya merasa bahwa semua itu bagian dari strategi partai,” kata Seno.
Saat ditanya apakah perpindahan ini berkaitan dengan Pilkada mendatang, ia menepis spekulasi tersebut.
“Pilkada masih jauh. Itu nantilah kita bicarakan,” ucap Seno.
Diakhir Seno juga menegaskan, dukungan publik terhadap Gerindra di daerah-daerah di Kaltim terus meningkat.
“Suara Gerindra di daerah sangat bagus,” tutupnya singkat dan sambil tersenyum kepada awak media.(*)

