Biatan – Sebanyak 184 usulan pembangunan dari delapan kampung mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Biatan. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, usulan tersebut menjadi ujian bagi pemerintah untuk menentukan skala prioritas yang paling menyentuh kebutuhan dasar.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa meskipun anggaran sedang diperketat, komitmen pembangunan pada sektor infrastruktur strategis dan kebutuhan dasar masyarakat tetap berjalan. Peningkatan jalan usaha tani, jalan menuju wisata Karangan, hingga kelanjutan SPAM Lempake menjadi beberapa agenda yang dipastikan tetap ‘bergerak’ tahun ini.
“Potensi Biatan besar, tapi pengelolaan harus optimal. Meski ada efisiensi, pembangunan infrastruktur dan sektor sosial tetap menjadi fokus kami,” ungkapnya di Pendopo Kecamatan Biatan.
Selain urusan fisik, Bupati juga memberikan atensi khusus pada persoalan tapal batas wilayah yang masih ‘abu-abu’, baik antar-kampung maupun batas kabupaten dengan Kutai Timur. Ia mendesak agar kepastian hukum lahan segera dituntaskan agar tidak menjadi sandungan administrasi di masa depan.
Di sisi lain, sektor pariwisata seperti Air Panas Pemapak juga didorong untuk menjadi motor transisi ekonomi. Namun, Sri Juniarsih memberikan catatan kritis terkait kebersihan lingkungan. Menurutnya, predikat juara pembangunan pariwisata yang diraih Berau tidak akan berarti tanpa pengelolaan sampah yang mumpuni.
“Sapta pesona itu identik dengan kebersihan. Pengelolaan sampah yang baik bukan cuma soal estetika, tapi juga nilai ekonomi,” tegasnya.
Berdasarkan data Musrenbang, Kampung Karangan menjadi wilayah dengan usulan terbanyak yakni 43 usulan, disusul Biatan Lempake dan Biatan Ulu masing-masing 28 usulan. Sementara usulan paling ramping datang dari Kampung Biatan Ilir dengan 7 usulan.(Vann)

