Tanjung Redeb – Suasana kawasan pecinan tampak semarak pada malam hari setelah gerbang utama dihiasi lampion merah yang menyala terang. Pemandangan ini menarik perhatian warga yang datang untuk menikmati nuansa budaya sekaligus mengabadikan momen bersama keluarga.
Gerbang bergaya arsitektur Tionghoa dengan ornamen naga di bagian atap terlihat mencolok di tengah gelapnya malam. Deretan lampion yang tergantung di sepanjang jalan menambah kesan hangat dan meriah, menjadikan lokasi tersebut sebagai salah satu titik favorit warga untuk berfoto.
Dekorasi lampion ini diketahui menjadi tradisi tahunan yang hanya hadir satu kali dalam setahun, yakni menjelang perayaan Tahun Baru Imlek atau Lebaran Cina. Momen tersebut selalu dinantikan masyarakat karena menghadirkan suasana khas yang berbeda dari hari biasa.
Sejumlah pengunjung terlihat berdatangan sejak malam hari. Mereka memanfaatkan pencahayaan dekoratif yang kuat sebagai latar swafoto maupun foto keluarga.
Salah seorang warga, Rina (27), mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk mengabadikan suasana tersebut.
“Cantik sekali lampionnya, apalagi malam hari jadi terang merah semua. Kami sengaja datang untuk foto keluarga di sini,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ardi (31), yang datang bersama anaknya. Menurutnya, dekorasi lampion membuat kawasan tersebut terasa lebih hidup dan menarik.
“Biasanya lewat saja, tapi sekarang jadi tempat singgah. Anak saya juga senang lihat lampion dan ingin foto di depan gerbang,” katanya.
Selain menjadi simbol perayaan budaya Tionghoa, kehadiran dekorasi lampion juga memberi dampak positif bagi aktivitas malam di sekitar kawasan. Beberapa warga terlihat berjalan santai, sementara pengunjung lain berhenti sejenak untuk menikmati suasana.
Penataan lampion dan pencahayaan dekoratif ini diharapkan dapat terus menjadi daya tarik wisata malam sekaligus memperkuat keragaman budaya di Kabupaten Berau.

