TANJUNG REDEB – Sungai Segah dan Sungai Kelai yang melintasi Kota Tanjung Redeb dikenal sebagai kawasan dengan potensi sumber daya air yang besar. Sungai ini dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari keperluan domestik, sumber air baku, industri, irigasi, hingga sektor pariwisata. Selain memiliki nilai ekonomi, Sungai-sungai ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Berau.

Namun, potensi tersebut terancam apabila kebersihannya tidak terjaga. Sejumlah warga mengeluhkan masih adanya tumpukan sampah yang kerap terlihat di tepian sungai. Sampah yang tersangkut didominasi kayu, limbah rumah tangga, hingga plastik.

Akbar, warga Kabupaten Berau, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut mengganggu pemandangan dan dikhawatirkan berdampak pada ekosistem sungai.

“Banyak sampah yang tersangkut di tepi sungai, mengganggu pemandangan dan bisa jadi itu merusak ekosistem air sungai,” keluhnya pada Selasa (17/02/2026).

Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Berau, Irwadi, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah memiliki fasilitas berupa kapal pengangkut sampah untuk penanganan sampah di Sungai Segah maupun Sungai Kelai.

“Ya, kami sebenarnya punya kapal untuk mengangkut sampah di Sungai Segah dan Sungai Kelai. Cuma saat ini kami masih kekurangan tenaga kerja,” ujarnya pada saat ditemui rabu (18/02/2026).

Irwadi menyebutkan, saat ini hanya terdapat empat orang petugas yang menangani sampah sungai. Idealnya, dibutuhkan tambahan delapan personel agar penanganan dapat berjalan maksimal.

“Tenaga kerja kami masih kurang. Yang ada cuma empat orang. Kami butuh delapan orang lagi untuk penanganan sampah di sungai. Fasilitasnya ada, cuma tenaga kerjanya yang kurang. Satu kapal itu idealnya dioperasikan oleh empat orang,” jelasnya.

Pemerintah daerah pun diharapkan dapat memperkuat dukungan sumber daya manusia agar upaya menjaga kebersihan sungai dapat berjalan optimal. Dengan pengelolaan yang baik, Sungai Segah diharapkan tetap menjadi sumber kehidupan sekaligus daya tarik wisata yang membanggakan bagi masyarakat Berau. (*F)