BERAU — Ketegangan kembali terjadi di area operasional PT Berau Coal di Kampung Gurimbang, Rabu (15/4/2026). Sejumlah warga yang tergabung dalam aliansi masyarakat lokal menggelar aksi protes terkait sengketa lahan yang belum menemukan titik terang.

Aksi tersebut dipicu kekecewaan warga yang menilai aktivitas tambang tetap berjalan meski persoalan hak atas lahan belum diselesaikan secara adil.

Koordinator lapangan aksi, M. Saad, menegaskan bahwa masyarakat menuntut kejelasan atas status lahan yang selama ini diklaim sebagai tanah ulayat dan lahan produktif milik warga.

“Hari ini kami turun untuk menuntut hak kami. Kami menilai perusahaan telah mengambil hak masyarakat, sementara sampai sekarang belum ada penyelesaian yang jelas,” ujarnya di lokasi aksi.

Dalam aksinya, warga juga mendesak manajemen perusahaan untuk turun langsung menemui masyarakat dan membuka ruang dialog secara transparan.

Massa bahkan menyatakan tidak akan mengizinkan aktivitas alat berat beroperasi di area sengketa sebelum ada komitmen tertulis yang dinilai adil bagi kedua belah pihak.

“Kami hanya meminta keadilan. Ini tanah warisan leluhur kami dan sumber penghidupan warga. Jangan sampai masyarakat justru tersisih di tanah sendiri,” tambah Saad.

Aksi sempat berlangsung tegang, namun situasi tetap terkendali. Aparat keamanan terlihat berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi konflik yang lebih luas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Berau Coal belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan maupun tudingan yang disampaikan oleh warga Kampung Gurimbang.

Sengketa lahan ini kembali menyoroti pentingnya penyelesaian konflik antara perusahaan dan masyarakat secara transparan serta berkeadilan, guna menjaga stabilitas sosial di wilayah operasional tambang.