TANJUNG SELOR – Insiden kebakaran yang melibatkan sebuah kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Kilometer 2, Kabupaten Bulungan, pada Minggu siang (18/5), hingga kini masih belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan karena kobaran api terlihat cukup besar dan diduga berasal dari sepeda motor milik salah satu konsumen yang baru saja mengisi bahan bakar.

Namun demikian, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Bulungan, AKP Haji Rio Adi Pratama, menyampaikan bahwa tidak ada laporan baik dari pihak SPBU maupun pemilik kendaraan yang terbakar.

“Untuk laporan resmi ke Polresta tidak ada dari pihak SPBU. Penanganan di lapangan sepertinya dilakukan langsung oleh pihak SPBU,” ujarnya, Senin (18/5).

Ia juga menambahkan bahwa tidak ada laporan terkait kerugian material dari pemilik kendaraan. Sementara itu, petugas yang datang ke lokasi kejadian merupakan anggota piket dari unit Samapta.

Di sisi lain, pihak pengelola SPBU melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, memberikan penjelasan awal terkait penyebab insiden tersebut.

Berdasarkan penelusuran sementara, api diduga muncul akibat percikan dari kendaraan yang mengalami kebocoran pada bagian tangki atau karburator setelah proses pengisian BBM selesai.

“Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini. Namun penanganan di lapangan dilakukan secara cepat oleh operator SPBU sesuai SOP keselamatan sehingga kondisi dapat segera dikendalikan dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun dampak lebih luas,” jelas Edi.

Menurutnya, sesaat setelah percikan api muncul, operator SPBU langsung mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara layanan pengisian BBM. Penanganan awal dilakukan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di lokasi.

“Operator SPBU bergerak cepat melakukan penanganan awal dan pengamanan area sebagai bagian dari prosedur mitigasi risiko,” tambahnya.

Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat, dan kendaraan yang terbakar segera dievakuasi keluar area SPBU guna memastikan kondisi tetap aman. Setelah kejadian, pihak pengelola juga melakukan pengecekan fasilitas operasional sebelum layanan kembali dibuka.

Selain itu, APAR yang telah digunakan langsung diisi ulang sebagai bagian dari kesiapan menghadapi kondisi darurat di masa mendatang.

Edi menegaskan bahwa pihaknya terus mengingatkan seluruh pengelola dan operator SPBU agar disiplin menjalankan standar operasional prosedur (SOP), khususnya dalam aspek HSSE (Health, Safety, Security & Environment).

“Kami berkomitmen menjadikan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam pelayanan kepada masyarakat. Evaluasi dan penguatan prosedur keselamatan terus dilakukan secara berkala,” tutupnya. (Lia)