BERAU, – Prestasi membanggakan ditorehkan Rezky Adha Pratama, siswa kelas XII SMA Negeri 1 Berau, Kalimantan Timur. Ia berhasil meraih medali perunggu dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) kategori Geografi di Universitas Muhammadiyah Malang.
Rezky menjadi satu-satunya perwakilan dari Kabupaten Berau yang membawa nama Kalimantan Timur dalam kompetisi tersebut.
Namun, di balik prestasinya menembus tingkat nasional, perjalanan Rezky disebut berlangsung tanpa dukungan dari pemerintah daerah, baik Pemerintah Kabupaten Berau maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Orang tua Rezky, Galuh Pratiwi, mengatakan putranya harus berangkat mengikuti kompetisi dengan biaya sendiri. Tidak ada bantuan pembiayaan maupun pendampingan dari pemerintah dalam perjalanan menuju tingkat nasional tersebut.
“Usahanya sendiri, mandiri. Keluar dari daerah dengan biaya sendiri dan dia satu-satunya perwakilan dari Berau,” ujar Galuh. Saat dikonfirmasi (Senin.21/9/2026).
Menurut Galuh, kondisi tersebut menjadi perhatian keluarga karena Rezky tidak hanya mengikuti kompetisi untuk kepentingan pribadi. Ia membawa nama Berau sekaligus Kalimantan Timur dalam ajang sains tingkat nasional.
Galuh menyebut, bahkan pada tahapan seleksi sebelumnya, tidak ada uang pembinaan yang diterima Rezky.
Ia berharap kondisi tersebut menjadi evaluasi agar siswa berprestasi dari daerah mendapatkan perhatian yang lebih baik ketika membawa nama daerah dalam kompetisi.
“Tidak ada keterlibatan pemerintah. Pergi sendiri, pulang sendiri, tidak ada yang support dari pemerintah,” kata Galuh.
Meski demikian, Galuh mengatakan keluarga tidak ingin kondisi tersebut mengurangi semangat Rezky. Sebagai orang tua, mereka memilih mendukung minat dan keinginan anaknya selama kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi pendidikan dan masa depannya.
Rezky sendiri mulai tertarik dengan bidang akademik sejak sekolah dasar. Saat SD, ia mengikuti olimpiade IPA dan berhasil meraih juara.
Ketika duduk di bangku SMP, ketertarikannya mulai bergeser ke bidang Geografi. Ia juga pernah mengikuti lomba debat hingga berhasil mencapai tingkat nasional.
Bagi Rezky, Geografi menarik karena materi yang dipelajari memiliki hubungan erat dengan kehidupan sehari-hari.
“Karena suka saja. Pelajaran Geografi dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Rezky.
Dalam OSN tingkat nasional, Rezky harus bersaing dengan sekitar 60 peserta dari berbagai daerah. Ia akhirnya berhasil membawa pulang medali perunggu.
Prestasi tersebut menjadi modal bagi Rezky untuk melanjutkan perjuangannya ke tingkat internasional.
Di tengah persiapan menuju kompetisi berikutnya, Rezky berharap dapat terus mengembangkan kemampuan dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
Sementara itu, Galuh berharap pemerintah tidak hanya memberikan perhatian kepada pembangunan fisik, tetapi juga kepada anak-anak daerah yang memiliki prestasi dan berpotensi mengharumkan nama Berau maupun Kalimantan Timur.
“Harapannya anak saya sukses dan sehat. Pemerintah lebih memperhatikan anak-anak bangsa yang berprestasi,” kata Galuh.

