BERAU, IT-NEWS.ID – Antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Berau turut berdapak pada pekerjaan pengemudi ojek.
Agustinus, salah satu driver ojek di Berau, mengatakan kondisi tersebut secara langsung berpengaruh terhadap aktivitas dan penghasilannya sebagai pengemudi.
“Kalau mau dibilang berpengaruh ya pasti berpengaruh,” ungkapnya, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, persoalan antrean BBM saat ini juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi masyarakat. Ia menyebut sejumlah perusahaan melakukan penutupan maupun pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar, sementara perusahaan baru yang masuk ke daerah dinilai cukup sering membawa tenaga kerja dari luar daerah.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat setempat harus mencari alternatif lain untuk mendapatkan penghasilan.
“Sekarang banyak perusahaan tutup, PHK besar-besaran. Sementara perusahaan baru masuk sering mereka bawa karyawan dari luar daerah. Banyak masyarakat setempat tidak punya pilihan lain untuk mendapatkan penghasilan,” ujarnya.
Agustinus menilai, kondisi tersebut membuat pekerjaan sebagai pengemudi ojek menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memperoleh pendapatan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, ketika waktu kerja tersita untuk mengantre BBM, aktivitas mencari penumpang ikut terdampak.
“Ya mau gimana lagi, masyarakat perlu penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya
Agustinus mengharapkan pemerintah membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat yang ingin memulai usaha. Salah satu yang menurutnya dapat didorong adalah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar masyarakat lebih mudah memperoleh modal.
Ia mengatakan, selama ini masih ada masyarakat yang gagal mendapatkan KUR karena persyaratan yang dinilai cukup rumit.
“Selama ini masyarakat selalu gagal mendapatkan KUR dengan persyaratan yang selalu berbelit-belit,” ujarnya.
Menurutnya, kemudahan akses permodalan dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin membuka usaha di tengah kondisi lapangan pekerjaan yang dinilai semakin terbatas.

