BERAU, IT-NEWS.ID – Disdamkar menanggapi terkait Rencana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui water bombing di Kabupaten Berau hingga kini belum terealisasi.
Komandan Regu (Danru) Regu 2 Mako Damkar Tanjung Redeb, Agus Harianto, mengatakan pihaknya masih menunggu data mengenai lokasi yang akan menjadi sasaran water bombing, termasuk arah dan titik pemadaman.
“Untuk pendataan yang mau di-water bombing, data-data mana yang mau di-water bombing, di arah mana. Itu belum dapat dari BPBD,” ungkapnya, Sabtu (3/10).
Menurutnya, selama program tersebut belum terealisasi, penanganan karhutla masih dilakukan secara manual melalui tim gabungan di lapangan.
Agus menjelaskan Karhutla ini juga masih terjadi di sejumlah wilayah. Ia menyebut tim masih melakukan pemadaman di antaranya di Labanan, Tanjung Batu, Kasai dan Sayan.
“Ini saja habis hujan tadi kita pemadaman juga dari Labanan,” ujarnya.
Ia mengatakan, hujan yang turun di sejumlah wilayah belum cukup untuk menghentikan penanganan karhutla. Bahkan, menurutnya, kejadian yang harus ditangani masih mengalami peningkatan.
“Enggak ada penurunan, ada peningkatan,” katanya.
Agus mengungkapkan kondisi di lapangan juga menghadapi kendala sumber air. Agus menyebut titik pengambilan air untuk pemadaman terkadang berjarak hingga sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian.
“Untuk sumber air sangat berpengaruh. Kadang titik ambil air itu sekitar 10 kilometer. Itu kendala kita,” jelasnya.
Sementara itu, sebelumnya Kapala BPBD Berau, Masyhadi menyatakan belum ada program water bombing di Berau karena eskalasi karhutla disebut menurun.
“Belum ada program di Berau karena eskalasi menurun,” terang BPBD pada Kamis (1/10/2026), saat menanggapi beredarnya video yang memperlihatkan helikopter diduga membawa perangkat water bombing melintas di wilayah Berau.

