BERAU, IT-NEWS.ID – Tim gabungan Kecamatan Tanjung Redeb bersama aparat penegak hukum mendatangi sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah Tanjung Redeb, Sabtu (3/10/2026) malam.
Tiga THM yang didatangi yakni Blue Box, Buana, dan Panorama. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang sebelumnya dibahas dalam rapat Forkopimcam Tanjung Redeb bersama aparat penegak hukum pada 24/9/2026.
Dalam rapat tersebut, sejumlah persoalan yang dilaporkan masyarakat menjadi perhatian, mulai dari aktivitas di THM, aksi balap liar, hingga persoalan parkir di kawasan RSUD dr. Abdul Rivai.
Camat Tanjung Redeb, Ahmad Juhri, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan yang disampaikan masyarakat.
“Hal ini kami lakukan karena laporan dari masyarakat,” katanya.
Di lapangan, tim gabungan melakukan pengecekan KTP terhadap pekerja perempuan serta memberikan imbauan kepada pengelola THM. Sementara itu, aktivitas konsumsi minuman beralkohol terlihat di sejumlah THM yang didatangi.
Meski demikian, pada kunjungan tersebut belum dilakukan penindakan terhadap miras. Kegiatan masih sebatas pemeriksaan identitas pekerja perempuan dan pemberian imbauan kepada pengelola.
Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah (PPHD) Satpol PP Berau, Achmad Syahid, mengatakan pihaknya memberikan peringatan kepada pengelola THM agar ke depan tidak lagi terdapat miras.
“Ini kami menghimbau untuk ke depannya tidak ada lagi miras di THM seperti ini. Sebetulnya memang kalau sesuai dengan Perda, miras kan dilarang,” ujarnya.
Achmad menegaskan, imbauan tersebut menjadi peringatan terakhir bagi pengelola THM di Kabupaten Berau. Apabila pada pemeriksaan berikutnya masih ditemukan adanya peredaran miras, pihaknya menyatakan akan melakukan penindakan sesuai ketentuan Perda yang berlaku.
“Untuk selanjutnya apabila masih ditemukan miras beredar akan langsung kita tindak sesuai dengan Perda. Jadi ini imbauan terakhir untuk pengelola THM di Kabupaten Berau,” tegasnya.
Tindak lanjut dari laporan masyarakat tersebut pun telah dilakukan. Namun, dalam kunjungan kali ini, langkah yang diambil masih sebatas pengecekan identitas pekerja perempuan dan pemberian imbauan, meski aktivitas konsumsi miras terlihat di lokasi.

