TANJUNG REDEB – Kerusakan aspal di Jembatan Gunung Tabur pada Minggu (16/2) meningkatkan risiko bagi para pengendara. Lubang di sejumlah titik jalan dinilai membahayakan, khususnya bagi pengguna sepeda motor yang melintas di kawasan tersebut.

Salah seorang warga mengungkapkan bahwa kondisi aspal yang rusak sangat mengganggu pengemudi, terutama pemotor.

“Saya sering oleng kalau kena lubang di situ, apalagi ditambah debu truk yang bikin susah melihat,” ujarnya.

Banyaknya keluhan masyarakat mendorong agar perbaikan aspal jembatan tersebut segera direalisasikan dalam waktu dekat.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, Junaidi, menyampaikan bahwa Jembatan Gunung Tabur berada pada ruas jalan Tanjung Redeb – Gunung Tabur (Simp.3 Maluang) yang berstatus Jalan Nasional, untuk informasi kondisi kerusakan sudah di sampaikan ke pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah Kalimantan Timur.

Dari hasil kordinasi diinformasikan bahwa perbaikan akan dilakukan melalui Paket Pekerjaan Preservasi Jalan Labanan-Tanjung Redeb-Batas Bulungan yang paket sudah berkontrak dengan Nilai Kontrak sekitar 36 Milyar.

Kemudian ia menyampaikan bahwa telah memasuki bulan puasa serta meningkatnya arus mudik saat lebaran nanti tentunya DPUPR berharap perbaikan bisa dilaksanakan secepatnya.

Adapun jembatan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut diharapkan segera mendapatkan penanganan dari dinas terkait.

Permasalahan ini menjadi kekhawatiran pengendara karena jembatan tersebut merupakan jalur utama penyeberangan masyarakat.

Melalui koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kaltim, DPUPR Berau juga akan mencari solusi apabila terdapat kendala dalam proses perbaikan.

Jembatan tersebut merupakan jalur penting bagi masyarakat karena menjadi penghubung lintas wilayah dan budaya selama beberapa dekade di kawasan Gunung Tabur.

Kerusakan aspal dikhawatirkan dapat menghambat mobilitas masyarakat Berau, termasuk akses menuju kawasan yang memiliki nilai budaya dan kearifan lokal.(AK)