BERAU, IT-NEWS.ID – Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali di wilayah Kabupaten Berau turut berdampak pada distribusi air bersih. Sejumlah titik di Tanjung Redeb dikeluhkan mengalami gangguan aliran air, sehingga aktivitas masyarakat ikut terganggu.
Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal Berau, Saipul, membenarkan bahwa gangguan listrik yang belakangan terjadi berpengaruh terhadap operasional pompa air. Kondisi tersebut membuat distribusi air kepada pelanggan tidak berjalan maksimal.
Saat dikonfirmasi IT-News pada (29/10/2026), Saipul menjelaskan pihaknya sebenarnya telah menyiapkan genset sebagai sumber listrik cadangan untuk menjaga operasional tetap berjalan ketika pasokan listrik dari PLN terputus.
“Ya betul memang ada pengaruh listrik. Sebenarnya kami sudah back up dengan genset kami,” ungkapnya.
Namun, penggunaan genset belum mampu menggantikan kinerja listrik dari PLN secara optimal. Menurut Saipul, kekuatan pompa air ketika menggunakan genset tidak sebanding dengan saat mendapat pasokan listrik normal.
“Tapi ketika diganti genset, kekuatan pompa kami tidak sekuat dengan PLN,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan pasokan listrik tidak hanya berdampak pada penerangan dan aktivitas rumah tangga, tetapi juga berimbas pada kebutuhan dasar masyarakat, yakni air bersih.
Ketika operasional pompa tidak bekerja maksimal, distribusi air ke pelanggan berpotensi ikut terganggu. Masyarakat pun harus menghadapi persoalan berlapis ketika listrik padam dan aliran air turut melemah atau terhenti.
Di sisi lain, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai wilayah yang terdampak serta langkah penanganan agar distribusi air dapat kembali normal. Terlebih, pemadaman listrik yang terjadi berulang kali berisiko mengganggu aktivitas rumah tangga maupun usaha yang bergantung pada ketersediaan air bersih.

