BERAU – Setelah meresmikan gedung kantor baru, Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Batu Bual Sejahtera di Kampung Pegat Bukur langsung menyiapkan langkah bisnis berikutnya. Tahun ini, unit usaha tersebut menargetkan memulai produksi pupuk kompos berbasis potensi lokal.
Direktur BUMK Batu Bual Sejahtera, Didi Soeran, menyebutkan bahwa rencana pengembangan pupuk organik sudah dipersiapkan sejak lama dan kini siap direalisasikan. Ia menegaskan, kepastian pasar menjadi modal penting agar masyarakat berani memulai produksi.
“Kami ingin memastikan produk masyarakat memiliki pembeli tetap, sehingga program ini bisa berjalan berkelanjutan,” ujarnya.
BUMK Pegat Bukur pun telah menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang Berau Coal sebagai offtaker atau pembeli utama. Menurut Didi, kemitraan tersebut membuka peluang ekonomi baru bagi warga kampung.
“Berau Coal siap menampung hasil produksi kompos dari masyarakat. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk segera memulai,” katanya.
Pengembangan unit usaha ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui bantuan peralatan produksi. Dengan fasilitas tersebut, BUMK dapat langsung menjalankan program tanpa harus mengeluarkan biaya awal yang besar.
“Peralatan sudah tersedia, jadi kami tinggal fokus pada pelaksanaan dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Selain kompos, BUMK Batu Bual Sejahtera tetap melanjutkan pengembangan komoditas kakao yang sebelumnya telah berjalan. Namun pada 2026, sektor pupuk organik menjadi salah satu prioritas utama.
“Target kami tahun ini, produksi kompos bisa berjalan bersamaan dengan pengembangan usaha kakao,” tambah Didi.
Ia juga menilai ketersediaan bahan baku di Kampung Pegat Bukur sangat melimpah. Banyaknya peternakan warga menjadi sumber utama limbah organik yang dapat diolah menjadi pupuk bernilai ekonomi.
“Di Pegat Bukur banyak kandang ternak, sehingga bahan baku kompos sangat mudah didapat. Ini potensi besar yang harus dimanfaatkan,” tutupnya.
Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan warga, tetapi juga membantu mengurangi limbah peternakan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan kampung.(*)

