Tanjung Redeb – Kabupaten Berau kembali dikejutkan kabar memilukan. Puluhan anak dilaporkan menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan seorang figur muda yang sebelumnya dikenal berprestasi, aktif di berbagai organisasi, serta kerap membantu pelajar dalam pengurusan beasiswa. Popularitasnya justru menjadi kedok untuk melancarkan aksi bejatnya.

Menanggapi kasus yang mengguncang publik ini, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memiliki sikap tegas tanpa kompromi terhadap pelanggaran berat, terlebih yang melibatkan anak.

“Ketika itu berkaitan dengan aturan, dan ketika itu melanggar aturan dalam agama dan dalam hukum, maka kami sudah menentukan sikap untuk memberhentikan,” tegas Bupati Sri Juniarsih.

Ia menambahkan bahwa prestasi seseorang tidak dapat menjadi alasan pembenaran ketika karakter dan integritasnya bermasalah.

“Boleh jadi dia berprestasi, tetapi ada karakter-karakter yang mungkin perlu direhabilitasi, perlu diperbaiki, karena itu kan terkait jiwa. Nah, itu kami tidak bisa mencampuri, tapi intinya ketika seperti itu akan diberhentikan,” lanjutnya.

Selain pemberhentian, Pemkab juga menyoroti proses rekrutmen yang sebelumnya. Bupati menilai bahwa kejadian ini menjadi pelajaran penting untuk memperketat seleksi dan pengawasan terhadap siapa pun yang diberi amanah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama anak-anak.

“Sedemikian rupa diperketat, jadi kalau yang seperti itu, akan langsung diberhentikan,” ujarnya.

Pemkab Berau memastikan bahwa penanganan kasus akan dilakukan secara serius, serta menjamin pendampingan penuh kepada para korban.

Pemerintah juga mendorong proses hukum berjalan transparan, agar pelaku mendapatkan hukuman setimpal dan kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas, dan setiap lembaga perlu memperkuat mekanisme pengawasan terhadap individu yang memegang peran strategis dalam kegiatan publik.(*)